Amankan Kampung Saat Lebaran, Warga Rungkut Mapan Barat Surabaya Andalkan 80 CCTV

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1440 H , warga RW 08 Rungkut Mapan Barat, Surabaya, telah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi keamanan selama mudik.

Amankan Kampung Saat Lebaran, Warga Rungkut Mapan Barat Surabaya Andalkan 80 CCTV
SURYA/DELYA OCTOVIE
Warga RW 08 Rungkut Mapan Barat Surabaya jaga keamanan rumah selama Lebaran mengandalkan 80 CCTV, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1440 H , warga RW 08 Rungkut Mapan Barat, Surabaya, telah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi keamanan selama mudik.

Menurut Humas RW 08, Roy Mandala, pihaknya telah menyiapkan beberapa lapis pengamanan, mulai dari CCTV, pengerahan satpam, hingga pembinaan kepada pemulung dan rombeng.

Mereka menyiagakan 80 CCTV yang mengcover 10 RT.

"Kami menyiapkan 80 kamera untuk monitor. Jadi ketika ada kendaraan masuk kampung, masuknya jam berapa, menuju ke mana, keluar jam berapa, terlihat semua. Satpam kami menyiapkan 25 orang, lalu kami melakukan pembinaan pada pemulung dan rombeng," jelasnya, Rabu (22/5/2019).

Pembangunan Bozem di Bundaran PTC Masih Berlanjut, Pemkot Surabaya Juga Fokus Bozem Morokrembangan

Irfan Jaya dan Dua Pemain Persebaya Surabaya Lain Dapat Panggilan Timnas Indonesia

Roy mengatakan, wilayah Rungkut Mapan Barat terbuka, sehingga tidak mungkin untuk benar-benar melarang pemulung dan rombeng masuk akibat kecurigaan-kecurigaan mereka sebagai dalang hilangnya barang milik warga.

Karenanya, warga menyiasati dengan mendekatkan diri pada pemulung dan rombeng, dan melibatkan mereka pada tiap-tiap kegiatan.

Bahkan, untuk memudahkan mendeteksi ketika di CCTV, warga memberi seragam dan nomor pada para pemulung dan rombeng.

Ini Kisah Pasien Gagal Ginjal di Surabaya, Tolak Cangkok Ginjal & Pilih Cuci Darah Hingga 2000 Kali

Bergabung Bersama Persebaya Surabaya Jadi Kado Istimewa Supriadi di Ulang Tahunnya ke-17

Seragam rombeng tahun ini berwarna kuning, sedangkan pemulung warna hijau.

"Misal ada warga yang komplain barangnya hilang, tidak bisa hanya menunjuk rombeng ini yang mengambil. Kalau mencurigai, dia harus jelas itu rombeng nomor berapa. Itu dipisah, pemulung itu perempuan, rombeng itu laki-laki. Semua terdata. Rombeng 30, pemulung 20," paparnya.

Namun, dengan banyaknya kegiatan yang mendekatkan warga dengan pemulung dan rombeng, Roy mengaku kini sudah tidak ada lagi kasus kehilangan yang melibatkan pemulung dan rombeng.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved