Budayawan Tjuk Kasturi Komentari Suasan Politik Pasca Pemilu 2019: 'Jangan Buat Agenda Sendiri'

Budayawan dan Ekonom, Tjuk Kasturi Sukiadi mengajak warga Surabaya untuk dewasa menyikapi hasil Pemilu 2019 yang telah ditetapkan oleh KPU.

Budayawan Tjuk Kasturi Komentari Suasan Politik Pasca Pemilu 2019: 'Jangan Buat Agenda Sendiri'
(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Bentrok antara polisi dan massa aksi di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Bentok terjadi setelah massa dipukul mundur dari kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Budayawan dan Ekonom, Tjuk Kasturi Sukiadi mengajak warga Surabaya untuk dewasa menyikapi hasil Pemilu 2019 yang telah ditetapkan oleh KPU.

Menurut guru besar Universitas Airlangga (Unair) tersebut, warga Surabaya yang selama ini menjadi salah satu barometer Indonesia harus bisa menjadi bangsa yang bijaksana terutama dalam menghadapi situasi politik saat ini.

"Jangan sampai Pilpres dan pileg membuat bangsa ini terpecah, dan kita harus bisa menyikapinya sesuai posisi kita masing-masing," ujar Tjuk Kasturi Sukiadi, Kamis (23/5/2019).

6 FAKTA BARU Ambulans Berlogo Gerindra Bawa Batu, Tunggak Pajak hingga Fadli Zon Sebut Settingan

TERKUAK FAKTA Perempuan Pakai Serba Hitam Dekati Bawaslu RI, Tunjukkan Bom hingga Mengidap Depresi

Tjuk juga berharap semua pihak bisa mengaspirasikan pikirannya melalui mekanisme  dan lembaga negara yang berlaku.

"Jadi jika ada perbedaan jangan kita buat agenda sendiri yang bisa memperkeruh kondisi kita, serahkan sepenuhnya pada aparat dan lembaga negara," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Jokowi Ma'ruf (Jokma) Jatim, Irawan Setiabudi mengimbau agar semua pihak termasuk elemen relawan untuk menahan diri.

"Jangan kita ikut memperkeruh suasana, berikan  contoh untuk mencari hal yang positif apalagi ini Ramadan, bulan yang mulia bagi umat muslim," ucapnya.

Menurut Irawan, kepedulian anak bangsa kepada negara sedang dibutuhkan dalam kondisi politik yang memanas seperti saat ini.

"Kita ubah atmosfer yang panas ini dan kembali bersatu untuk membangun Indonesia kedepan. Tidak ada lagi 01 02," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved