Ibu-ibu Pemberantas Jentik di Rungkut Mapan Barat Eratkan Kebersamaan dengan Wisata Kuliner di Solo

Selain punya puluhan CCTV untuk keamanan lingkungan, W 08 Rungkut Mapan Barat punya pasukan ibu-ibu Pemantau Jentik

Ibu-ibu Pemberantas Jentik di Rungkut Mapan Barat Eratkan Kebersamaan dengan Wisata Kuliner di Solo
Istimewa
Ibu-ibu warga RW 08 Rungkut Mapan Barat dari berbagai suku dan agama berkumpul dalam perjalanan wisata di Solo beberapa waktu lalu. Perjalanan ini dilakukan dalam rangka mempererat hubungan warga. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keamanan di RW 08 Rungkut Mapan Barat sudah pantas disebut sangat baik.

Selain punya puluhan CCTV untuk keamanan lingkungan, Ada pula tim pengamanan kesehatan yang terdiri dari ibu-ibu perkasa.

Tim ini bernama Bumantik, singkatan dari Para Ibu Pemantau Jentik. Mereka telah menjalani tugasnya sehari-hari dengan menjaga kampung dari ancaman nyamuk.

Ketika ada waktu luang, bumantik serta ibu-ibu warga lainnya ingin lari sejenak dari rutinitas, sekaligus mempererat kebersamaan warga.

(Amankan Kampung Saat Lebaran, Warga Rungkut Mapan Barat Surabaya Andalkan 80 CCTV)

"Kami memang ingin jalan-jalan, wisata ke mana gitu, supaya tidak jenuh dengan kegiatan di rumah sehari-hari, dan juga rutinitas sebagai bumantik. Nah, dasarnya kami pergi itu sebenarnya iseng, karena kami ingin mencoba tol baru," kata Sri Rachmawati, ketua PKK RW 08 dan koordinator bumantik, Rabu (22/5/2019).

Ia mengatakan, para ibu penasaran dengan tol Trans Jawa yang kabarnya, jarak antara Surabaya-Solo hanya memakan waktu tiga jam saja.

Mereka pun ingin mengetes kabar tersebut dengan melakukan perjalanan dua hari satu malam.

"Jadi ya kami mengajak ayo pergi bareng-bareng, supaya merasakan suasana baru, mumpung kami ada tabungan juga. Warga pun memberikan dana sumbangan, jadi busnya gratis," ujarnya.

Sebanyak kurang lebih 40 ibu-ibu berangkat ke Solo yang benar hanya menghabiskan waktu tiga jam.

Di sana, mereka lebih memilih untuk wisata kuliner dan mendatangi tempat wisata yang medannya tidak sulit, karena banyak warga lansia.

(Kerukunan Antar Suku dan Agama RW 8 Rungkut Mapan Barat, Kumpulkan Rp 50 Juta untuk Keamanan Kampung)

Mereka mengunjungi Pasar Klewer, House of Badriyah, dan wisata kuliner seperti selat solo dan serabi notosuman.

"Wah, itu ibu-ibu senang sekali. Bumantik kan kebanyakan dari RT, di dalam bus itu kami bisa saling akrab, tidur juga se-hotel, jadi semakin guyub," ujar sekretaris RT, Natalisa Djunaedy.

Ia berharap, dengan adanya wisata seperti ini, kebersamaan warga bisa terjaga, dan semakin dekat dengan satu sama lain.

Reporter: Surya/Delya Oktovie

(Kerukunan Antar Suku dan Agama RW 8 Rungkut Mapan Barat, Kumpulkan Rp 50 Juta untuk Keamanan Kampung)

Penulis: Delya Octovie
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved