Mengajak Bayi atau Balita dalam Perjalanan Jauh? Perhatikan Lima Hal ini

Tips mengajak bayi atau balita perjalanan jauh agar tetap aman dan nyaman. Simak!

Mengajak Bayi atau Balita dalam Perjalanan Jauh? Perhatikan Lima Hal ini
Ilustrasi bayi travelling 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengajak bayi atau balita melakukan perjalanan jauh? Apakah bisa?

Ternyata bisa, lho! Tapi agar si bayi atau balita tetap nyaman selama perjalanan, sebaiknya para orangtua memperhatikan beberapa hal.

Apa saja? Yuk simak pemaparan dokter spesialis anak, dr Dyah Retno Wulan SpA dari Rumah Sakit Haji Surabaya.

Anak Mengalami Mabuk Kendaraan Saat Perjalanan Jauh? Ini Saran Dokter yang Sebaiknya Dilakukan

Agar Anak Tidak Mabuk Kendaraan Ketika Perjalanan Jauh, Perhatikan Hal-hal Berikut Ini!

1. Pertimbangkan Alat Transportasi

Yang pertama adalah mempertimbangkan alat transportasi yang akan digunakan. Alat transportasinya, harus disesuaikan dengan kondisi dan umur si buah hati.

"Jika ingin naik pesawat, usahakan anak sudah berusia enam bulan ke atas. Kalau ingin naik bus atau transportasi darat lain, sebaiknya di usia dua bulan ke atas, asalkan bayi tidak prematur. Kalau mau naik motor, pastikan anak tidak sensitif terhadap angin," Dyah menuturkan.

Selain itu juga perhatikan suhu kendaraan agar anak tidak mengalami hipotermia.

Sebaiknya, lanjutnya, sebelum melaksanakan perjalanan jauh seperti mudik, lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk memastikan apakah si buah hati benar-benar siap melangsungkan perjalanan jauh.

2. Perhatikan Waktu Tempuh dan Istirahat

Dyah menuturkan, jika membawa bayi atau balita, sebaiknya menempuh perjalanan sedekat mungkin dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Halaman
123
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved