Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Sidak 25 Swalayan, 8 di Antaranya Menjual Makanan Kadaluarsa

Dinas Kesehatan menggelar sidak di 25 toko dan swalayan pada Kamis (23/5/2019). Lebih dari 15 jenis makanan dan minuman ditemukan tidak layak konsumsi

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Sidak 25 Swalayan, 8 di Antaranya Menjual Makanan Kadaluarsa
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Khusnul Yakin bersama staf memeriksa tanggal kedaluwarsa makanan dalam kaleng di swalayan Selasa (21/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Kesehatan menggelar sidak di 25 toko dan swalayan pada Kamis (23/5/2019).

Lebih dari 15 jenis makanan dan minuman ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tidak layak dikonsumsi.

Petugas dibagi menjadi tiga tim guna melakukan pengecekan barang dagangan yang dijual di tempat. Setiap tim juga didampingi oleh petugas dari Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

Kasi Farmasi, Alat Kesehatan (Alkes), dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) , Kusnulmulyati mengatakan, ada 15 toko yang tidak memenuhi syarat.

(Sidak di Kota Madiun, BPOM Surabaya Temukan Makanan Tak Kantongi Izin Edar)

"Dari 15 toko itu, 8 diantaranya kami temukan toko dan swalayan yang menjual makanan kadaluarsa. Untuk jumlah jenis makanannya yang kadaluarsa banyak, lebih dari 15 jenis." Jelas Kusnulmulyati.

Di tujuh lokasi yang berbeda, petugas menemukan makanan yang kode izinnya tidak sesuai.

Ada makanan dengan kemasannya yang rusak, serta produsen makanan yang tidak dicantumkan dalam kemasan makanan.

Beberapa contoh makanan itu yakni kue kering, kerupuk kulit ikan, kue sagu dan beberapa produk makanan home industri.

"Sedangkan yang makanan kadaluarsa itu jenisnya antara lain, ada sejenis mie pasta, kemudian cokelat, susu, kue kering, minuman ringan, dan beberapa makanan lainnya. Semuanya sudah kita ambil sampling satu-satu," imbuh Kusmulyati.

Kusmulyati menuturkan, semua makanan dan minuman yang tak sesuai dengan izin maupun kadaluarsa, langsung ditarik dari peredaran.

Kusnulmulyati juga memberikan teguran pihak toko untuk lebih berhati-hati dalam menjual mamin.

"Kami ingin mengantisipasi dan melindungi masyarakat dari bahaya makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat kesehatan. dikhawatirkan ada makanan kadaluarsa bisa disisipkan ke dalam parcel," pungkasnya.

(Jelang Idulfitri, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Gelar Sidak di Pasar Tradisional dan Swalayan)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved