Imigrasi Surabaya Tolak Masuk 47 WNA Lewat Bandara Juanda, Tak Ada Kejelasan Tujuan Masuk Indonesia

Imigrasi Surabaya Tolak Masuk 47 WNA Lewat Bandara Juanda, Tak Ada Kejelasan Tujuan Masuk Indonesia.

Imigrasi Surabaya Tolak Masuk 47 WNA Lewat Bandara Juanda, Tak Ada Kejelasan Tujuan Masuk Indonesia
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kasi Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ragil Putra Dewa Saat Ditemui TribunJatim.com, Jumat (24/5/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya telah menolak masuk 47 Warga Negara Asing (WNA) ke wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Juanda.

Kasi Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ragil Putra Dewa menyampaikan penolakan 47 WNA tersebut berlangsung mulai periode awal Januari hingga awal Mei 2019.

Pengasuh Ponpes Raudhatul Ulum Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi Massa di Jakarta

Samsung Buka Gerai ke 3 di Sidoarjo, Pengunjung Dapat Gratis Konsultasi Fitur dan Teknologi Ponsel

Selama Mudik Lebaran, Angkutan Barang Bisa Lewati Jalur Arteri di Sidoarjo

"Dan alasan penolakan pun beragam. Mulai masuk dalam daftar penangkalan, paspornya rusak, masa berlaku paspor kurang dari enam bulan, hingga tidak memiliki kejelasan tujuan datang ke Indonesia.

Namun rata rata sebagian besar adalah mereka tidak memiliki kejelasan tujuan datang ke Indonesia," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (24/5/2019).

Ia menjelaskan sebagian besar WNA yang ditolak masuk ke Indonesia adalah berasal dari Pakistan dan Bangladesh.

"Sedangkan sisanya berasal dari negara Malaysia. Disusul Cina, British National (Overseas), dan Vietnam," tambahnya.

Selain itu, penanggung jawab alat angkut yang membawa WNA yang ditolak masuk tersebut juga dikenai sanksi.

Berupa biaya beban dan wajib membawa penumpang WNA yang ditolak tersebut keluar wilayah Indonesia sesuai dengan Pasal 19 ayat 4 UU No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian

"Misalnya seperti di Bandara Juanda, pesawat pembawa penumpang WNA yang ditolak masuk ke wilayah Indonesia harus membawa kembali WNA tersebut keluar dari Indonesia.

Selain itu dikenakan sanksi berupa biaya beban seperti yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Pemerintah RI No. 45 Tahun 2014 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kemenkumham yaitu sebesar Rp. 50 juta," jelasnya.

Dirinya kembali menegaskan bahwa pihaknya akan tegas terhadap WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian.

"Hal ini menunjukkan bahwa kita serius dalam menegakkan kedaulatan negara. Melalui pengawasan dan penindakan terhadap orang asing yang melanggar ketentuan," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved