Kampus di Surabaya

Mahasiswa Ubaya Sulap Bambu Jadi Lampu Meja Cantik Usung History Surabaya

Di tangan Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya, bambu dijadikan karya lampu tidur dan wadah penyimpanan multifungsi

Mahasiswa Ubaya Sulap Bambu Jadi Lampu Meja Cantik Usung History Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Kerajinan Bambu menjadi berbagai furniture kecil karya Arby Maulana dan Prasetya Marani, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya, 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bambu termasuk material yang banyak dimanfaatkan untuk kerajinan maupun alat musik karena lebih ringan dan tidak mudah pecah.

Di tangan Arby Maulana dan Prasetya Marani, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya, bambu dijadikan karya lampu tidur dan wadah penyimpanan multifungsi.

Karya bernama Bambookoe ini memiliki bentuk icon Kota Surabaya seperti patung Sura dan Baya, bambu runcing, anyaman dan kobaran api.

"Ini icon-icon Surabaya dan ada kobaran api menandakan semangat arek-arek Kota Surabaya beserta bambu runcing, yang punya history perjuaangan" kata Arby Maulana, Jumat (24/5/2019).

(Mengaku Sudah Keliling Dunia, Turis Jepang Tilik Kerajinan Karya Tahanan Jatim: Kualitasnya Terbaik)

Karya bambu tersebut dibagi menjadi dua karya.

Karya pertama terdapat empat bagian bambu untuk lampu dan penyimpanan alat tulis serta karya kedua panel penyimpanan aksesoris maupun kacamata.

"Selain untuk lampu tidur, bagian bambu rucing juga untuk tempat alat tulis. Saya juga membuat anyaman hiasan pelengkap desainnya untuk memperkenalkan anyaman bambu," kata mahasiswa angkatan 2017.

Proses perencanaan produk dilakukan oleh Aeby dan Prasetya selama dua minggu untuk kompetisi Student Camp di Yogyakarta.

Mereka merancang inofasi dengan ide millenial. Diakhir kompetisi mereka juga diminta untuk membuat karya on the spot yang kreatif dan inovatif.

(VIDEO: Menilik Produk Kerajinan Keranjang Iboe, UKM yang Ciptakan Tas Etnik Menjadi Lebih Modern)

Hal ini membuat tim Ubaya mendapat predikat ‘The Best Trend Implementation Design’ karena melihat unsur keindahan, memiliki waktu produksi yang cepat, dan bisa diimplementasikan oleh pengrajin bambu.

"Melalui kompetisi ini kami mendapat ilmu terkait pengolahan bambu secara tradisional dari pengrajin dan feedback ide kreasinya bisa diproduksi pengrajin," katanya.

(Komunitas Bakarang Dau Latih Penyandang Disabilitas di Kota Batu untuk Membuat Kerajinan dari Kayu)

 

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved