Masuk 10 Hari Terakhir Ramadan, Perbanyak Ibadah Terutama di Malam Ganjil, Demi Raih Lailatul Qadar

Masuk 10 Hari Terakhir Ramadan, Perbanyak Ibadah Terutama di Malam Ganjil, Demi Raih Lailatul Qadar.

Masuk 10 Hari Terakhir Ramadan, Perbanyak Ibadah Terutama di Malam Ganjil, Demi Raih Lailatul Qadar
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ustaz Abdullah Sattar Kajur Komunikasi Fakultas Dakwah Dan Komunikasi saat dijumpai di Fakultas Dakwah UINSA, Jumat, (24/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memasuki akhir Ramadan ini, umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat, berdzikir, mengaji Al Quran, lantaran memasuki malam Lailatul Qadar.

Menurut Ustaz Abdullah Sattar, Kepala Jurusan Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), bila merujuk dari beberapa hadits Nabi Muhammad dikatakan jatuhnya malam Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ganjil dalam 10 hari terakhir Bulan Ramadan.

Malam Lailatul Qadar Diburu Umat Muslim Demi Meraih Pahala 1000 Bulan, Ini Ciri Fisik Raih Momennya!

Jadwal Buka Puasa di Surabaya dan 33 Kota Besar Lainnya pada 19 Ramadan 1440 H/Jumat 24 Mei 2019

Ini Tips Menjaga Agar Napas Tetap Segar Saat Menjalankan Puasa Ramadan, Bisa Dipraktikan!

"Ada banyak versi ya, ada hadits yang mengatakan di malam 29 Ramadan, ada hadits lain mengatakan jatuh di malam 25. Artinya, dari sekian banyak hadits itu tidak ada yang pasti. Akan tetapi sebagian besar Ulama meyakini 10 hari terakhir di malam ganjil itu 21, 23, 25, dan 29 Ramadan," jelasnya.

Bagi Dosen asal Surabaya ini meyakini justru malam Lailatul Qadar itu jatuh dari awal Bulan Ramadan.

Hal ini menjadi dasar bagi Sattar supaya lebih bersemangat lagi untuk beribadah di malam hari Bulan Ramadhan.

"Jadi supaya menghidupkan malam bulan penuh berkah ini, karena tidak ada suatu kepastian malam Lailatul Qadar itu kapan jatuhnya," ujarnya.

Oleh sebab itu dia menyarankan supaya mendapat malam 1000 bulan itu, harus memperbanyak ibadah di malam Bulan Ramadan tanpa memilah tanggal berapa dan kapan.

"Satu caranya, sejak tanggal 1 Ramadan sudah perbanyak ibadah, dari salat maghrib berjamaah nyambung hingga tadarus Al Quran, itu namanya Qiyamu Ramadhan (menghidupkan Bulan Ramadhan)," imbaunya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved