Penyebar Hoax 'Polisi Cina' di Aksi 22 Mei Ditangkap Bareskrim Polri

Kabar Personel polisi di pengamanan Aksi 22 Mei, People Power yang disebut bukan orang Indonesia namun orang China sempat meramaikan lini media sosial

Penyebar Hoax 'Polisi Cina' di Aksi 22 Mei Ditangkap Bareskrim Polri
Kompas.com
Tangkapan layar kabar hoax 'polisi dari China' di Aksi 22 Mei, People Power.(Media sosial) 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA — Kabar Personel polisi di pengamanan Aksi 22 Mei, People Power yang disebut bukan orang Indonesia namun orang China sempat meramaikan lini media sosial.

Kabar tersebut dipastikan kepolisian sebagai kabar hoax, penulis hanya menuliskan pengamatannya berdasarkan bentuk mata dan warna kulit putih personel Brimob dalam foto tersebut.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun kini meringkus penyebar Hoax Polisi Cina tersebut.

 Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul menuturkan, tersangka berinisial SDA sudah mengakui perbuatannya.

(Aksi 22 Mei di Jakarta Rusuh dan Jatuh Korban, Pemuda Lira Jatim: Itu Ciderai Prinsip Demokrasi)

SDA diringkus pada Kamis (23/5/2019) pukul 16.30 WIB di daerah Bekasi, Jawa Barat.

"Yang mana beliau ini telah melakukan perbuatan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu, kelompok masyarakat berdasarkan SARA," kata Rickynaldo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Menurut keterangan polisi, pelaku menyebarkan hoax polisi cina tersebut ke 3-4 grup di aplikasi pesan instan WhatsApp.

Rickynaldo mengatakan, foto yang digunakan pelaku adalah tangkapan layar atau capture swafoto seseorang di lokasi kejadian dengan para anggota.

"Selfie itu yang diunggah dengan mengatakan bahwa tiga orang di belakang dia ini adalah polisi-polisi dari negara lain," katanya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b (1) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 16 Ayat 1 dan Ayat 2 dan Pasal 15 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ancaman hukuman maksimal untuk pelaku adalah enam tahun penjara beserta sejumlah denda yang diatur dalam UU.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Ada Anggota Brimob dari China", 
Penulis : Devina Halim
Editor : Sabrina Asril

(Doakan Tak Ada Provokasi Aksi 22 Mei, Forwas Kanwil DJP Pajak II Jatim Bagi-bagi 200 Paket Sahur)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved