Dilaporkan LBH Anshor ke Polisi Terkait Penghinaan, Pemilik Akun FB Neinou Minta Maaf ke PCNU Kediri

Dilaporkan LBH Anshor ke Polisi Terkait Penghinaan, Pemilik Akun FB Neinou Minta Maaf ke PCNU Kediri.

Dilaporkan LBH Anshor ke Polisi Terkait Penghinaan, Pemilik Akun FB Neinou Minta Maaf ke PCNU Kediri
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pemilik akun facebook Neinou saat ini menyampaikan permintaan maaf kepada anggota Banser di Kantor PCNU Kota Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Setelah dilaporkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Kediri ke Polres Kediri Kota, pemilik akun facebook Neinou yang saat ini menggunakan akun facebook dengan nama Sony telah menyampaikan permintaan maaf.

Ketua GP Ansor Kota Kediri Wazid Khusni menyampaikan, tindak lanjut pelaporan LBH Ansor ke Polres Kediri Kota, pemilik akun facebook Neinou telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Razia Satpol PP Kota Kediri, Temukan 4 Pasangan Bukan Suami Istri Tinggal di Kamar Kos

Whatsapp (WA) Facebook (FB) Instagram (IG) Masih Error, VPN Bisa Jadi Solusi, Simak Cara Pakainya

Unggah Konten Fitnah di Facebook, Warga Trenggalek Ini Terjerat UU ITE

Dijelaskan, permintaan maaf disampaikan tertulis pada Kamis (23/5/2019) malam bertempat di Kantor PCNU Kota Kediri.

"Pemilik akun facebook Neinou telah membuat surat pernyataan tertulis bermaterai," jelas Wazid Khusni kepada tribunjatim.com, Sabtu (25/5/2019).

Selain itu terlapor bersedia mengikuti kajian dan kegiatan yang digelar oleh GP Ansor - Banser dan Rijalul Ansor Kota Kediri.

"Pemilik akun juga berjanji tidak akan mengulangi apa yang telah dilakukan," jelasnya.

Wazid Khusni berharap dengan adanya permintaan maaf ada hikmah dan membawa kebaikan. Selain itu membuat kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

Sementara laporan yang disampaikan LBH Ansor karena pemilik akun facebook mengunggah gambar yang pada gambar tersebut bermuatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Selain itu menindak lanjuti aspirasi sahabat - sahabat Ansor dan Banser Kota Kediri tentang adanya dugaan tindak pidana penghasutan dan tindak pidana menyebarkan informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan pencemaran nama baik.

Unggahan yang memuat penghinaan dan pencemaran nama baik dilakukan pada 19 Mei atau bulan Mei 2019.

Selain itu akun terus-menerus mengunggah gambar-gambar yang bermuatan penghasutan kepada khalayak ramai untuk ikut melaksanakan Gerakan 22 Mei 2019 yang inkonstitusional.

Pada akun facebook juga menyampaikan informasi yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama naik terhadap Ansor dan Banser. Postingan tersebut menimbulkan keresahan anggota Ansor-Banser.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved