MUI Sampang Tanggapi Insiden Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sebut Mencoreng Nama Para Ulama

Mewakili para kiai dan habaib se-Kabupaten Sampang, Ketua MUI Sampang KH Buchori Maksum merasa kecewa terkait insiden pembakaran Mapolsek Tambelangan.

MUI Sampang Tanggapi Insiden Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sebut Mencoreng Nama Para Ulama
ISTIMEWA
Ketua MUI Sampang KH Buchori Maksum bersama ulama Sampang setelah berkunjung ke Rumah Dinas Kapolda Jatim, Wonokromo, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mewakili para kiai dan habaib se-Kabupaten Sampang, Ketua MUI Sampang KH Buchori Maksum merasa kecewa dengan adanya insiden pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura.

Ia tak menyangka, beredarnya informasi hoax yang tersebar di media sosial, mengenai beberapa warga Madura yang terjebak di tengah kerumunan massa aksi 22 Mei di Jakarta mampu menyulut amarah sekelompok massa di Sampang, hingga berujung aksi anarkis pembakaran.

Polda Jatim Tangkap 6 Tersangka Pembakaran Mapolsek di Sampang, Pelaku Sembunyi di Ponpes

Ratusan Warga Kadur Pamekasan Ngluruk Mapolsek, Minta Keadilan Meninggalnya 8 Orang Aksi di Jakarta

"Kami para ulama sebetulnya sangat prihatin dan sangat kecewa dengan kejadian. Kami tak menyangka bisa jadi seperti ini," katanya usai berkunjung ke Rumah Dinas Kapolda Jatim di Jalan Bengawan No 30, Wonokromo, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

"Hal ini terus terang mampu mencoreng nama-nama ulama Sampang dan pemerintah juga," katanya.

Padahal, Maksum mengaku, beberapa hari menjelang Pemilu Serentak (17/4/2019) silam, para kiai se-Sampang telah memberikan edukasi dan pemahaman pada warga agar tetap damai dan kondusif.

"Para ulama Sampang sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti memberikan pendidikan nasihat edukasi terkait pemilu," lanjutnya.

Kendati demikian, lanjut Maksum, ia meragukan bila insiden tersebut murni sebagai gejolak massa atas Pemilu 2019.

Gara-gara Burung, Dua Orang Ini Masuk Penjara di Mapolsek Wonokromo, Kok Bisa?

Dukung Pengungkapan Kasus Pembakaran Mapolsek, 9 Ulama Sampang Kunjungi Rumah Dinas Kapolda

Ia meyakini, dibalik insiden nahas itu ada dalang yang secara sengaja mendesain kerusuhan hingga berujung pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura.

"Kami yakin tanpa adanya aktor dan otak penggerak dari pihak ketiga, mustahil ini bisa terjadi," katanya.

"Kami harap pada Kapolda dan jajarannya mencari aktornya dan memproses sesuai hukum yang berlaku di negara kita," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved