Surat Edaran Bupati Gresik, ASN Dilarang Terima Parsel dan Gunakan Mobil Dinas untuk Lebaran

Aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Gresik dilarang menerima parsel dan juga menggunakan mobil dinas (Mobdin) untuk keperluan lebaran.

Surat Edaran Bupati Gresik, ASN Dilarang Terima Parsel dan Gunakan Mobil Dinas untuk Lebaran
Tribun Bali
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Gresik dilarang menerima parsel dan juga menggunakan mobil dinas (Mobdin) untuk keperluan lebaran.

Semuanya tertera dalam surat edaran yang dikeluarkan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Nadlif, mengatakan bupati Gresik Sambari Halim Radianto sudah mengeluarkan surat edaran sejak 17 Mei lalu dan telah diterima OPD.

Evaluasi Zonasi PPDB 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Akan Bangun 3 SMP Negeri Baru

Motivasi Anak-anak untuk Adzan, Pesonna Hotel Gresik Adakan Lomba Adzan di Bulan Ramadan 1440 H

"Isinya ASN dilarang menerima gratifikasi baik berupa bingkisan atau parsel, uang dan bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan, segala fasilitas kedinasan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya, Minggu (26/5/2019).

Mobdin yang merupakan fasilitas kedinisan juga dilarang untuk digunakan keperluan lebaran.

Lanjut Nadhif, pihaknya mengimbau kepada pemimpin instansi atau lembaga pemerintah agar menaati surat edaran yang melarang penggunaan fasilitas dinas tersebut.

Namun hal itu tak berlaku, jika pejabat yang ingin memberikan parsel kepada saudara.

Karena tidak ada kaitan dengan urusan kedinasan.

“Kalau tidak ada urusan kedinasan tidak masalah," tutupnya.

Sebelumnya, KPK telah mengeluarkan surat nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 tertanggal 8 Mei 2019 yang isinya mengimbau para pejabat negara tidak menerima gratifikasi.

Bakal Ada Kapal Baru Layani Gresik-Bawean, Kapal Cepat BlueSeaJet 1 Ini Hanya Tunggu Izin Operasi

7 SMP Negeri di Kabupaten Gresik Belum Terisi Penuh Pagunya, Dindik Berencana Buka PPDB Tahap II

Gratifikasi berupa uang, bingkisan, parcel, atau bentuk lainnya menjelang Idul Fitri atau Lebaran 2019.

Dalam surat tersebut, ada sanksi etik hingga pidana bagi pejabat atau ASN yang menerima. (Surya/Willy Abraham)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved