Banyaknya Kebutuhan Perawatan Kejiwaan, RSUD Bangil Berencana Membangun Poli Jiwa untuk Tampung ODGJ

Managemen RSUD Bangil merencanakan akan membangun poli khusus untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Banyaknya Kebutuhan Perawatan Kejiwaan, RSUD Bangil Berencana Membangun Poli Jiwa untuk Tampung ODGJ
ISTIMEWA
Ilustrasi skizofrenia 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Managemen RSUD Bangil merencanakan akan membangun poli khusus untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Rencana itu semakin dimatang seiring banyaknya orang yang datang untuk perawatan kejiwaan.

Sedangkan di Pasuruan, belum ada penanganan serius untuk ke arah sana. Selama ini, ODGJ itu harus menjalani perawatan di luar kota. Baik di Malang ataupun ke Sidoarjo dan Surabaya.

"Selama ini, pasien dengan gangguan jiwa, harus jauh-jauh ke luar kota. Ini menjadi perhatian kami, supaya mengakomodir mereka. Kasian kalau harus jauh-jauh ke luar kota," jelas Humas RSUD Bangil, Ghozali.

Antisipasi Gerakan People Power, Polisi Pasuruan Sisir Kereta Api Tujuan Jakarta di Stasiun Bangil

Dikatakan dia, jumlah orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi. Sejak dibuka Februari 2019 hingga April 2019 kemarin misalnya, setidaknya ada 39 pasien yang menjalani perawatan kejiwaan.

Jumlah itu bisa saja bertambah seiring dengan banyaknya persoalan di masyarakat. Kompetisi hidup yang ketat membuat orang rentan mengalami gangguan jiwa.

Serta persoalan ekonomi dan berbagai problem lainnya juga berpengaruh akan gangguan jiwa tersebut.

Di Tuban, Seorang Ibu Diduga Alami Gangguan Jiwa Lahirkan Bayi di Gubuk Tengah Sawah

"Hal inilah yang mendorong kami untuk menyediakan poli jiwa. Poli ini mulai dibuka sejak Februari namun sekarang terpaksa dihentikan sementara. Karena masih menunggu perekrutan dokter jiwa lagi. Mengingat, dokter jiwa sebelumnya, memilih mundur karena bertugas di RSUD lain," sambungnya.

Pihaknya mengancang-ancang, poli jiwa ini kembali dibuka Juli 2019. Selain melakukan perekrutan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan RSJ Menur Surabaya untuk penyediaan dokter jiwa.

"Ini untuk melayani pasien jiwa. Agar mereka tidak jauh-jauh lagi ke luar kota," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved