Beri Jajan Kue, Pria dari Malang Ini Cabuli Bocah Tetangganya Sendiri di Depan TV Rumahnya

Beri Jajan Kue, Pria dari Malang Ini Cabuli Bocah Tetangganya Sendiri di Depan TV Rumahnya.

Beri Jajan Kue, Pria dari Malang Ini Cabuli Bocah Tetangganya Sendiri di Depan TV Rumahnya
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Tersangka Machmud Jauri saat digelandang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Machmud Jauri tak bisa mengelak ketika diringkus jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Selasa (21/5/2019) lalu.

Pria berusia 48 tahun asal Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ini hanya bisa tertunduk di hadapan penyidik, meratapi penyesalannya telah melakukan perbuatan cabul kepada anak perempuan berusia 6 tahun.

Akibat Pengaspalan Jalan di Kota Malang, Jalan Raya Gadang Sampai Mergosono Macet Total

Terinspirasi Banyuwangi, Pemkab Malang Wacanakan Bangun Pusat Perizinan Terintegrasi di Kepanjen

Mayat Pria yang Sudah Busuk Ditemukan di Desa Sukodadi Malang, Diduga Sudah Tewas 3 Pekan

Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menjelaskan, tersangka mengaku selain melakukan pencabulan, korban juga diminta oleh tersangka untuk memegang kemaluannya.

"Perbuatan bejat tersangka ini dilakukannya terhadap anak tetangganya sendiri dirumah korban. Pelaku memegang kemaluan korban sampai dua kali," terang Yulistiana ketika dikonfurmasi, Senin (27/5/2019).

Yulistiana menambahkan, modus tersangka dalam melampiaskan nafsunya kepada bocah TK itu dengan memberi iming-iming kue. Setelah korban berhasil ditipu, barulah tersangka melancarkan aksi bejatnya di depan televisi.

Aksi bejat tersangka pun diketahui orang tua kandung korban, setelah buah hatinya itu mengaku merasakan sakit di bagian kemaluannya.

Atas perbuatannya, dia melanggar Pasal 82 Jo Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU No 23 Tahun 2002 atas perlindungan anak.

"Berdasarkan keterangan saksi, tersangka ini belum menikah dan mungkin sudah pernah melakukan hubungan intim dengan perempuan lain. Intinya karena nafsu," jelas Yulistiana.

Di sisi lain, tersangka Machmud mengaku khilaf atas perbuatan yang dilakukannya. Agar korban mau menuruti permintaanya, tersangka membenarkan jika memakai iming-iming pemberian kue.

"Saya iming-imingi dia, kene tak ke'i jajan (sini saya kasih kue) jangan bilang siapa-siapa ya. Setelah itu saya ajak masuk ke rumah saya tutup pintunya. Saya nggak tau kok langsung ada pikiran kayak gitu, khilaf aja," ujar pria yang akrab disapa Cak Mud itu.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved