Ini Alasan Pemilik Toko Pakaian di Tulungagung Memberikan THR Pada Karyawannya H-1 Lebaran

Pemprov Jatim telah menginstruksikan, agar Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan maksimal H-7 lebaran.

Ini Alasan Pemilik Toko Pakaian di Tulungagung Memberikan THR Pada Karyawannya H-1 Lebaran
Shutterstock
Ilustrasi THR 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pemprov Jatim telah menginstruksikan, agar Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan maksimal H-7 lebaran.

Mereka yang berhak menerima THR bukan hanya pekerja pabrik, namun juga pekerja konveksi dan penjaga toko.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada ratusan pemberi kerja di Tulungagung,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Yumar.

Tersangka Pengedar Sabu-sabu di Tulungagung Melahirkan Bayi Laki-laki saat Jalani Proses Hukum

Tak Hanya Infrastruktur, DPMD Tulungagung Ingatkan Desa Gunakan DD dan ADD untuk Pemberdayaan

Menurut Yumar, pihaknya akan memastikan semua karyawan mendapatkan THR sesuai ketentuan.

Termasuk instruksi dari Pemprov Jatim itu agar dilaksanakan oleh pemberi kerja.

Namun ternyata ada beberapa pemilik toko pakaian yang berkonsultasi, karena akan memberikan thr H-1 lebaran.

“Mereka menyatakan tidak bisa memberikan THR H-7 lebaran,” ungkap Yumar.

Alasan para pemilik toko pakaian ini adalah, mereka takut karyawannya tidak masuk kerja jika THR diberikan jauh-jauh hari.

Ada Jembatan Ngujang 2, Titik Kemacetan Arus Mudik Diperkirakan Masih di Jalur Ngantru Tulungagung

Bupati, Kapolres dan Dandim Pimpin Patroli Besar Obyek Vital di Wilayah Kabupaten Tulungagung

Mereka berharap para penjaga toko ini tetap masuk kerja hingga H-1 lebaran.

Sebab saat itu adalah ramai-ramainya waktu orang belanja pakaian untuk lebaran.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved