Dampak Perang Dagang Amerika Vs China, Produk Furniture PT Integra Semakin Diminati Pasar Ekspor

Dampak Perang Dagang Amerika Vs China, Produk Furniture PT Integra Indocabinet Asal Sidoarjo Makin Diminati Pasar Ekspor.

Dampak Perang Dagang Amerika Vs China, Produk Furniture PT Integra Semakin Diminati Pasar Ekspor
TRIBUNJATIM/MUJIB ANWAR
Wang Sutrisno Direktur Independen PT Integra Indocabinet Tbk dan Widjaja Karli Direktur Pemasaran, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Selasa (28/5/2019) di Sidoarjo. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebijakan perang dagang yang diterapkan Amerika Serikat terhadap produk asal China, dimana eksportir dikenai pajak 25 persen, berdampak positif bagi PT Integra Indocabinet Tbk. 

Produk furniture dan building component dari PT Integra Indocabinet Tbk semakin dilirik dan diminati oleh konsumen dan pasar Amerika.

"Buyer Amerika terus berdatangan ke sini (Indonesia)," ujar Wang Sutrisno Direktur Independen PT Integra Indocabinet Tbk, Selasa (28/5/2019), dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), didampingi Widjaja Karli Direktur Pemasaran.

Menurut Wang Sutrisno, saat ini pesaing produk furniture Indonesia bukan lagi China. Terlebih dengan semakin banyak produk turunan yang dibuat untuk ekspor Indonesia ke luar negeri.

Mulai wooden blind dan white prime molding/millwork yang mendongkrak pertumbuhan sales, hingga produk metal furniture dan rattan furniture.

Hal itu, kata Wang Sutrisno dinilai penting, karena ekspor merupakan pasar terbesar dari produk PT Integra Indocabinet Tbk, perusahaan kayu yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur ini. 

Sepanjang tahun 2018, bisnis perseroan tumbuh sebesar 21 persen, dengan net income mencapai 41 persen.

Nah, dari total penjualan perseroan, 70 persennya berasal dari pasar ekspor.

"Dari jumlah itu, 40 hingga 50 persennya ekspor ke Amerika. Sisanya baru ke Eropa, China, dan sejumlah negara lainnya," ujarnya.

Wang Sutrisno menyebut, khusus pasar Amerika, pihaknya melayani toko hingga butik furniture yang ada di Negeri Paman Sam. 

"Kita juga memasok untuk Amazon.com melalui importir," bebernya.

Untuk itu, dengan berbagai fasilitas baru dan juga sejumlah produk unggulan baru, pihaknya, kata Wang Sutrisno yakin tahun 2019 ini penjualan perseroan bisa tumbuh minimum 20 persen.

"Bahkan kita optimis bisa lebih," tandasnya. (Mujib Anwar)

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved