Manjakan Masyarakat BPJS Kesehatan Divisit Rp 9,1 Triliun

pasang ring gratis karena menjadi peserta BPJS Kesehatan,"kata Rudy Prayitno saat jadi pembicara Edukasi Publik DJSN di Hotel Grand Surya Koto kediri

Manjakan Masyarakat BPJS Kesehatan Divisit Rp 9,1 Triliun
(Surya/Didik Mashudi)
Rudy Prayitno anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyerahkan cenderamata kepada Eny Endaryanti, Asisten Ekonomi dan Keuangan Pemkot Kediri di Hotel Grand Surya Kota Kediri, Selasa (28/5/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rudy Prayitno anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengungkapkan, masyarakat Indonesia saat ini benar-benar dimanjakan oleh negara. Karena sesuai amanat undang-undang setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan sosial.

"Buktinya saya sendiri 5 hari lalu pasang ring gratis karena menjadi peserta BPJS Kesehatan," ungkap Rudy Prayitno saat menjadi pembicara Edukasi Publik DJSN di Hotel Grand Surya Kota Kediri, Selasa (28/5/2019).

Dijelaskan Rudy Prayitno, untuk memasang ring dibutuhkan biaya yang sangat mahal sampai ratusan juta. Namun dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan pasang ring gratis.

Diungkapkan, karena memanjakan masyarakatnya negara harus menutup devisit dari pembiayaan BPJS Kesehatan sampai Rp 9,1 triliun. Apalagi dana yang terserap dari masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Ada kecenderungan masyarakat kalau sudah sakit baru membayar. Dengan gotong royong semua bisa tertolong," katanya kepada Tribunjatim.com.

Diakui Rudy Payitno, Sistim Jaminan Sosial Nasional saat ini keberadaannya seperti air bah tsunami di Aceh karena datangnya tiba-tiba. Sehingga dana yang harus disediakan untuk menutup devisit sampai triliunan.

Sementara Handaryo, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jawa Timur menjelaskan, untuk menutup devisit yang masih dialami BPJS Kesehatan harus ada sinergi dengan instansi lain.

Dia mencontohkan, sudah saatnya masyarakat yang mencari SIM diwajibkan apakah sudah melunasi BPJS Kesehatan. Sehingga jika mengalami kecelakaan sudah ada menanggung.

Dampak Perang Dagang Amerika Vs China, Produk Furniture PT Integra Semakin Diminati Pasar Ekspor

Mudik Lebaran 2019, Polres Tuban Siapkan Empat Pos di Sepanjang Jalur Pantura

Pekat Semeru, Polres Batu Musnahkan Ribuan Botol Miras

"Kepada orang Kemenag di Kantor Urusan Agama (KUA) diperintahkan saja kalau ada yang mau menikah syaratkan saja kartu JKN. Kalau hamil bisa periksa, kalau anaknya sakit diperiksa dokter dan dijamin. Minimal angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Termasuk pengajuan IMB juga sudah saatnya dipersyaratkan pemenuhan kepersertaan BPJS Kesehatan. "Untuk mendaftarkan perusahaan baru persyaratkan supaya karyawannya terjamin kesehatannya," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved