Pilpres 2019

Refly Harun Sebut Prabowo-Sandiaga Berpotensi Menangkan Gugatan MK Bila Kecurangan Dikomando Kubu 01

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun sempat mengatakan tim hukum BPN Prabowo-Sandiaga bisa jadi menang bila mampu melakukan 2 aspek yang disebutkan

Refly Harun Sebut Prabowo-Sandiaga Berpotensi Menangkan Gugatan MK Bila Kecurangan Dikomando Kubu 01
Tayangan Youtube Fakta TVONE
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun 

TRIBUNJATIM.COM - Refly Harun yang dikenal sebagai Pakar Hukum Tata Negara menilai gugatan hasil Pilpres 2019 kubu pasangan calon 02, Prabowo-Sandiaga memiliki peluang untuk menang di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK).

Refly menilai gugatan tim hukum BPN Prabowo-Subianto bisa saja menang di Mahkamah Konstitusi.

Pernyataan tersebut disampaikan Refly secara langsung saat menjadi narasumber di program acara Fakta TV One pada Selasa (28/5/2019).

FAKTA Desertir TNI Irfansyah Sebagai Eksekutor Aksi 22 Mei, Sasar 4 Tokoh Nasional, Jokowi Termasuk?

Dilansir dari Tribunjakarta.com, Refly Harun sejatinya bersyukur atas tindakan pihak BPN Prabowo-Sandiaga yang menjalani jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi.

"Soal menang dan kalah itu permasalahan lain. Yang terpenting adalah kita menggeser masalah dari jalan ke ruang sidang," ungkap Refly Harun.

Bahkan, Refly Harun berharap agar persidangan Mahkamah Konstitusi nanti akan berjalan dengan lancar dan transparan sehingga kedua belah pihak akan menerima apapun hasilnya.

Prabowo Merasa Terhina Saat Temui Habibie di Istana, Bawa Nama Soeharto, Bermula Laporan Wiranto

Dalam kesempatan ini, Refly sempat menjelaskan 2 aspek pendekatan mengenai pembuktian data-data kecurangan yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandiaga.

"2 aspek pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kalau kuantitatif ini maka BPN harus bisa membuktikan mereka dicurangi atau penggelembungan suara kubu 01 sejumlah separuh 16 juta lebih. Kalau dia bisa mendalilkan seperti itu, maka kita bicara signifikan berdasarkan kuantitatif. Tapi kalau di permohonan aja enggak signifikan, dengan berbagai bukti dan hanya klaim semata maka bergerak kepada kuantitatif," ungkap Refly Harun.

Kemudian Refly juga memaparkan aspek pendekatan kuantitatif memiliki dua sub bagian yaitu mengenai TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif) dan pembuktian kecurangan yang dipimpin oleh kubu 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Itu penting untuk dikaitkan dengan pemilu jujur. Kalau TSM itu berat membuktikannya karena menyangkut sebaran suara yang besar dan waktu kerja yang sempit," papar Refly Harun.

FAKTA Eksekutor Aksi 22 Mei Dibayar Rp 150 Juta, Siapa 4 Pejabat Negara yang Jadi Target Pembunuhan?

Halaman
123
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved