Tekan Kriminalitas, Polres Magetan Obrak abrik Produsen Miras.

Polisi Resor Magetan berhasil menyita ratusan liter minuman keras (miras), berbagai jenis, dalam Operasi Pekat dari produsen dan penjual di wilayah

Surya/ Doni Prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memusnahkan ratusan liter minuman keras (miras) berbagai jenis, hasil Operasi Pekat jelang bulan Ramadhan lalu, di halaman Kantor Polisi Resor setempat, Selasa (28/5). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Polisi Resor Magetan berhasil menyita ratusan liter minuman keras (miras), berbagai jenis, dalam Operasi Pekat dari produsen dan penjual di wilayah Kabupaten Magetan, menjelang bulan suci Ramadhan lalu.

Ratusan minuman memabukkan itu setelah produsen dan pemiliknya menjalani proses hukum, di musnahkan, di halaman Kantor Polisi Resor setempat, dengan jalan dituang ke dalam lubang yang disediakan, kemudian diurug dan ditutupi beton.

"Miras ini merupakan penyebab timbulnya tindak kriminalitas nomor satu. Karenanya untuk menekan angka tindak kriminalitas, kita razia seluruh miras dari produsen, penjual dan pemilik, setelah kita proses hukum, barang bukti ini kita musnahkan," kata Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai kepada Surya, Selasa (28/5).

Dalam pemusnahan itu, Kapolres Riffai mengundang Bupati, Komandan Kodim, dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, serta organisasi massa dan tokoh masyarakat.

"Diharapkan dengan razia miras ini, angka kriminalitas bisa ditekan, terutama di wilayah hukum resor Magetan. Lainnya seperti perjudian cenderung menunjukan angka penurunan," kata AKBP Muhammad Riffai.

Gaun Maffasa, Bahan Busana yang Tidak Terlalu Mahal Juga Bisa Tampak Mewah

Pekat Semeru, Polres Batu Musnahkan Ribuan Botol Miras

Didenda Rp 100 Juta, Persebaya Surabaya Singgung PSSI Tidak Libatkan Klub Saat Sidang Komdis

Selain pemusnahan miras dari hasil Operasi Pekat, Kapolres Magetan juga gelas pasukan Operasi Ketupat menjelang hari Raya Idul Fitri, yang akan dilaksanakan selama 13 hari mulai, Selasa (28/5).

"Operasi Ketupat kami laksanakan selama 13 hari, mulai hari ini Selasa (28/5) - Rabu (10/6) mendatang. Kami juga akan mendirikan Pos Pantau merangkap Rest Area di berbagai titik mulai perbatas Cemorosewu, Plaosan, Magetan, Jatim dan Cemorokandang, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng," ujar Kapolres AKBP Muhammad Riffai

Kapolres Riffai dan Bupati Magetan Suprawoto seusai membukan gelar pasukan Operasi Ketupat, melakukan peninjauan di terminal Maospati, Kabupaten Magetan yang dikelola Dinas Provinsi Jatim.

Kapolres dan Bupati Magetan selain melihat langsung pengecekan kelaikan bus antar kota antar provinsi yang masuk dan keluar dari terminal Maospati, juga melihat cek kesehatan awak bus, sopir dan kenek oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

"Operasi Ketupat kali ini mempunyai kateristik berbeda dengan operasi operasi sebelumnya. Karena situasi dan kondisi operasi kali ini pasca Pemilu. Jadi pastinya berbada Operasi Ketupat kali ini,"tandas Kapolres Muhammad Riffai. (tyo/TribunJatim.com).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved