Aksi 22 Mei

Tokoh Papan Atas Rogoh Rp 150 Juta Biayai Upaya Pembunuhan Pejabat Negara dan Bos Lembaga Survei

Polri sebut penyandang dana pembunuhan terhadap pejabat negara adalah tokoh papan atas, lantas siapakah dia?

Tokoh Papan Atas Rogoh Rp 150 Juta Biayai Upaya Pembunuhan Pejabat Negara dan Bos Lembaga Survei
(Tangkapan layar Kompas TV)
Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menunjukkan foto tersangka HK dalam konferensi pers kasus kepemilikan senjata yang akan digunakan dalam aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei dan rencana pembunuhan. Konferensi pers berlangsung di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa penyandang dana dalam kasus rencana pembunuhan pejabat negara adalah orang papan atas.

Tak tanggung-tanggung Dedi Prasetyo membeberkan sang penyandang dana memberikan pecahan dollar Singapura untuk digunakan membeli senjata.

"Iya (orang papan atas) pendananya ya," ujar Dedi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Namun, sampai saat ini Dedi Prasetyo enggan mengungkapkan siapa pendana tersebut, ia menambahkan bahwa sosok tersebut masih didalami dan akan diungkap.

Dikatakan oleh Dedi Prasetyo, pendana memberikan pecahan dollar Singapura kepada tersangka HK yang merupakan koordinator lapangan dalam kasus tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, HK menerima pecahan dollar Singapura senilai Rp 150 juta dan uang tersebut digunakan untuk membeli senjata.

"Cash, langsung dikasih cash. Kemudian dicairkan di money changer Rp 150 juta langsung dia pakai untuk itu (beli senjata)," kata Dedi.

HK menerima 150 juta dan Irfansyah Rp 5 Juta

Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa empat orang eksekutor yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah orang-orang profesional.

"Enggak mungkin juga yang enggak pernah menggunakan diberi tugas. Sehingga mereka menggunakan momentum," ucap Iqbal dalam konferensi pers.

Halaman
123
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved