Aksi 22 Mei

Wiranto Sebut Polisi Bertindak Cepat Meringkus Tersangka Aksi 22 Mei: Nanti Ketahuan Siapa Dalangnya

Wiranto sempat bersyukur karena pihak kepolisian bertindak cepat menangani tersangka yang terlibat dalam aksi 21 Mei-22 Mei 2019

Wiranto Sebut Polisi Bertindak Cepat Meringkus Tersangka Aksi 22 Mei: Nanti Ketahuan Siapa Dalangnya
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memberikan keterangan pers tentang situasi keamanan terkait penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019, di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Wiranto mengatakan terdapat rencana inskonstitusional dalam agenda aksi unjuk rasa pada Rabu (22/5/2019) untuk menolak hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU. 

"Diperintahkan untuk mengeksekusi dan tersangka IR sudah mendapat uang sebesar Rp 5 juta," terang Iqbal.

Sebesar Rp 150 juta diperoleh HK dari seseorang dan menyisakan Rp 76.500.000 untuk membeli empat senjata.

Satu dari empat senjata yang paling mahal adalah revolver Taurus kaliber 38 yang dibeli HK dari AV alis VV seharga Rp 50 juta pada 13 Oktober 2018.

Berbekal senjata revolver Taurus kaliber 38, HK membaur dengan kerumunan massa aksi 21 Mei 2019.

HK dan AD membeli tiga senjata lainnya seharga Rp. 26,5 juta pada 5 Maret 2019.

Adapun tiga senjata tersebut diantaranya senjata api merk Meyer kaliber 22 yang dipegang oleh tersangka AZ, senpi laras panjang kaliber 22 yang dipegang oleh Irfansyah atau tersangka IR dan senpi laras pendek kaliber 22 yang dipegang oleh tersangka TJ.

Pada hari senin (27/5/2019), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menjelaskan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kementerian Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), tersangka IR adalah satu dari enam tersangka, yakni HK, AZ, TJ, AD dan AV.

"Senjata api ilegal ini yang akan digunakan dalam aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei dan rencana pembunuhan," ungkap Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019) sore.

Diketahui, tersangka merupakan pemimpin yang memberikan instruksi kepada IR, AZ dan TJ dan masuk dalam daftar eksekutor yang dibekali senjata api oleh HK untuk menimbulkan kericuhan pada aksi 22 Mei.

Adapun AD dan AV alias VV berperan sebagi pemasok dan senjata api yang dibeli HK dan dibagikan ke eksekutor lainnya termasuk Irfansyah.

Ini Deretan Link Berita Bukti BPN Prabowo-Sandi untuk Melapor, Disebut Tak Punya Kekuatan Hukum?

Keterangan Saksi Mata

Warga sekitar menyaksikan proses penangkapan Irfansyah pada Selasa (21/5/2019).

Udin yang merupakan saksi mata menyebut Irfansyah ditangkap seorang diri kala ia sedang duduk di pojok belakan pos satpam Komplek Peruri.

"Dia lagi duduk di sana, terus ada polisi beberapa orang samperin dan menangkap dia. Enggak ada perlawanan kok, cuma polisinya emang lumayan banyak ada beberapa orang," kata Udin.

Meskipun Irfansyah kerap duduk di pos satpam, namun warga mengaku Irfansyah jarang bergaul dengan warga sekitar.

"Orangnya diam. Saya juga sekadar kenal aja, pas ditangkap enggak bawa apa-apa kok dia terus langsung dibawa polisi," tuturnya.

Sempat Ingin Demo

Langkah Irfansyah harus dihentikan oleh anggota Mabes Polri di lapangan yang tak jauh dari rumah kontrakannya di Jalan Sukabumi, Jakarta Barat pada Selasa (21/5/2019).

"Dia ditangkap di lapangan dekat Peruri," ungkap istri Irfansyah, Angela, kepada TribunJakarta.com di rumahnya, Senin (27/5/2019) malam.
Sebelum ditangkap, Angela sudah mengetahui bahwa sang suami akan mengikuti aksi unjuk rasa yang diadakan di Bawaslu pada 21 Mei 2019.

"Sebelumnya suami emang bilang mau ikut aksi itu. Sehabis makan malam dia pergi ke lapangan, dia emang suka nongkrong di sana," sambung Angela

Polisi akhirnya menggeledah kontrakan pasangan suami istri, Irfansyah dan Angela seusai Irfansyah ditangkap.

Penggeledahan hingga ke rumah tersangka adalah untuk menemukan tiga senjata api illegal yang diduga milik Irfansyah untuk menghabisi tokoh pada 22 Mei.

"Digeledah semua malam itu juga. Polisi cari-cari senjata, sampai ke rumah ibu saya yang enggak jauh dari sini juga ikut digeledah," ujar Angela.

Namun, polisi tidak menemukan tiga senjata lainnya karena menurut pengakuan Angela tidak ada senjata tersisa di kontrakannya.

Meskipun polisi tidak menemukan tiga senjata lainnya, Angela mengaku polisi menyita seluruh anak panah yang dijadikan pajangan di rumah merea.

Saat Polisi menggeledah seisi kontrakannya, adik Angela berusaha merekam namun polisi memintanya untuk tidak melakukan itu.

Desertir TNI AD

Menurut pengakuan Angela, sang suami, Irfansyah atau tersangka IR merupakan mantan prajurit TNI AD yang desertir lima tahun lalu. Kala itu Irfansyah belum menikah dengan Angela.

"Dulu dia TNI AD, tapi sudah keluar sejak sebelum nikah sama saya. Kalau enggak salah ada masalah soal tugas tapi persisnya saya enggak tahu," katanya.

Selain itu, Angela tidak mengetahui secara persis pekerjaan suminya, Irfansyah. Untuk masalah pekerjaan, ia seakan tertutup bahkan kepada istrinya.

Sepengetahuan Angela, sang suami kerap diminta mengawal seseorang.

"Dia suka diminta ngawal-ngawal aja, saya juga kurang tahu pastinya," kata Angela.

Dilansir dari Tribunjakarta.com, bagian pintu rumah Irfansyah terdapat stiker bertuliskan Prabowo-Sandiaga.

Saat Angela ditanya pihak kepolisian tentang afiliasi politik Irfansyah, Angela tidak mngetahuinya.

Kini Angela terpaksa bolak balik ke ruang tahanan Polda Metro Jaya untuk menemui Irfansyah.

"Saya tadi juga ke sana nungguin dari jam 10 siang sampai jam 3 sore tapi enggak bisa ketemu," katanya.

Sejauh ini, Angela sudah dua kali mengunjungi Polda Metro Jaya agar bertemu dengan sang suami, namun, sayangnya ia tak mendapatkan akses.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wiranto: Dari Kasus yang Sudah Diungkap, Nanti Ketahuan Siapa Dalang Rusuh 22 Mei"

 

Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved