Bagaimana Hukum Zakat Fitrah Dibayar Pakai Uang? Ada Beda Pendapat, Ini Kata Ustaz Abdul Wadud Nafis

Bagaimana Hukum Zakat Fitrah Dibayar Pakai Uang? Ada Beda Pendapat, Ini Kata Ustaz Abdul Wadud Nafis.

Bagaimana Hukum Zakat Fitrah Dibayar Pakai Uang? Ada Beda Pendapat, Ini Kata Ustaz Abdul Wadud Nafis
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
screen shoot youtube Pengasuh Ponpes Manarul Quran, Dr Abdul Wadud Nafis 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Zakat Fitrah menjadi kewajiban umat Islam untuk ditunaikan di bulan Ramadan.

Kewajiban zakat fitrah, merupakan perintah yang wajib dibayarkan sebelum shalat idul fitri dilaksanakan.

Namun, dalam masyarakat ada pro dan kontra, tentang hukum membayar zakat fitrah dengan uang.

Bingung Takaran Bayar Zakat? Ini Panduan Lengkap dan Tata Cara Zakat Fitrah Ramadan 1440 Hijriah

Niat Zakat Fitrah Ramadan 1440 Hijriah untuk Satu Keluarga Lengkap Beserta Lafal Arab dan Artinya

Bagaimana Hukumnya Membayar Zakat Fitrah dengan Uang? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad!

Dosen IAIN Jember dan Pengasuh PP. Manarul Quran Lumajang, Dr. Abdul Wadud Nafis, dalam channel youtube Manarul Quran menjelaskan, bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama tentang hukum membayar zakat fitrah dengan uang.

Perbedaan itu mengerucut pada dua hal pokok, yaitu ada yang membolehkan dan ada yang melarang.

Ia menyebutkan, ulama yang melarang membayar zakat fitrah dengan uang antara lain Imam Malik Bin Anas, Imam Ahmad Asy-Syafii dan Imam Ahmad Bin Hambal.

"Kalau zakat fitrah maka yang wajib diberikan itu adalah berupa makanan pokok dalam suatu negara. Kalau di Indonesia berarti beras dan jagung," jelasnya.

Dan pendapat itu, dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Jilid 5 halaman 43, dan juga dikutip oleh Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni jilid 3 halaman 66.

Gus Wadud, begitu ia disapa, melanjutkan, sedangkan untuk ulama yang membolehkan, diantaranya, Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan Ats-tsauri, Imam Hasan Al Basri dan juga Khalifah Umar Bin Abdul Aziz.

"Bahwa hukumnya boleh zakat fitrah dengan uang. Dengan seharga makanan pokok yang menjadi wajib zakat. Kalau konteks di Indonesia dengan seharga 1 shaq atau 2 kilo 8 ons (perorang)," rinci Gus Wadud.

Pendapat yang kedua ini, lanjutnya, dikutip olej Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni jilid 3 hal 95, Syeikh Zarum dalam kitab Ar-Risalah jilid 1 halaman 24 dan Syeikh Qurdawi dalam kitab Ibnu Zakah jilid 2 halaman 854-856.

Dua pendapat itu dapat menjadi referensi dan opsi untuk membayar zakat fitrah, baik menggunakan uang maupun bahan makanan pokok.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved