Inilah Jadwal Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Kabupaten Malang Saat Lebaran

Dinas Perhubungan Kabupaten Malang menyampaikan pembatasan operasional kendaraan barang pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Inilah Jadwal Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Kabupaten Malang Saat Lebaran
SURYA/SUTONO
Deretan truk gandeng dan kontainer angkutan barang dipakir 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan Kabupaten Malang menyampaikan pembatasan operasional kendaraan barang pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Pembatasan operasional ini sebagai tindaklanjut Permen Perhubungan RI No PM 37 tahun 2019.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi menjelaskan mobil barang yang dimaksud adalah, mobil barang dengan jumlah izin berat yang diizinkan (JIB) lebih dari 14.000 kg. Spesifikasinya meliputi, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang gandengan.

"Termasuk mobil barang yang mengangkut bahan galian atau bahan bangunan, meliputi tanah pasir dan batu," terang Lutfi ketika dikonfirmasi, Rabu (29/5/2019).

Lutfi menambahkan, pembatasan operasional bagi mobil barang tersebut berlaku di ruas jalan tol dan ruas jalan nasional. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada tanggal 30 Mei 2019 pukul 00:00 sampai dengan 2 Juni 2019 pukul 24:00. Regulasi itu berlaku lagi pada tanggal 8 Juni 2019 pukul 00:00 sampai dengan 10 Juni 2019 pukul 24:00.

Kisah Bu Tien Didatangi Peramal India, Nasib Mujur Soeharto Dibongkar & Terbukti, Sempat Tak Percaya

Dul Jaelani No Coment Terkait Rencana Pemindahan Ahmad Dhani ke Jakarta

Ribuan Warga Antre Salam Tempel Rp 50.000 dari PT Gudang Garam Kota Kediri

"Pembatasan ini berlaku di ruas jalan tol Pandaan - Malang serta jalan nasionalnya juga," imbuh Lutfi kepada Tribunjatim.com.

Di sisi lain, pembatasan operasional mobil barang tak berlaku bagi mobil barang pengangkut diantaranya, BBM, barang ekspor-impor ke pelabuhan ekspor-impor, air minum, ternak, dan hantaran pos - uang.

"Yang boleh beroperasi mobil pengangkut barang bahan makanan pokok meliputi, beras, tepung terigu, jagung dan lain-lain. Kami menghimbau kepada para perusahaan angkutan barang agar kendaraan yang digunakan harus layak jalan sesuai kelas jalan," tandas Lutfi. (ew/TribunJatim.com).

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved