Ruhut Sitompul Tegaskan TKN Jokowi-Ma'ruf Waspada Terhadap Pengacara yang Sempat Bela Prabowo

Ruhut menyorot beberapa tim hukum Jokowi-Ma'ruf pernah membela Prabowo dalam Pilpres 2014, sehingga Ruhut meminta agar semua pihak mewaspadai hal itu

Ruhut Sitompul Tegaskan TKN Jokowi-Ma'ruf Waspada Terhadap Pengacara yang Sempat Bela Prabowo
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani (kiri) bersama kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra (tengah) dan Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Juri Ardiantoro (kanan) berkonsultasi dengan petugas di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (27/5/2019). TKN mendatangi MK untuk meminta penjelasan tentang menjadi pihak terkait dalam permohonan gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019. 

TRIBUNJATIM.COM - Tak hanya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin juga menyiapkan tim hukum untuk menghadapi persidangan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Tim hukum yang menghadapi gugatan sengketa hasil pemilu di MK nanti terdiri dari advokat senior dan ahli kepemiluan.

"TKN juga telah menyiapkan tim hukum yang nanti apabila sengketa itu telah berlangsung di MK. Tentu, sengketa pemohonnya adalah paslon 02 dan sebagai termohon adalah KPU. Dalam rangka itu, TKN siapkan tim hukum terdiri dari para advokat senior, ahli hukum, dan ahli kepemiluan," ujar Wakil Ketua TKN Arsul Sani di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul menekankan bahwa beberapa dari mereka pernah membela Prabowo dalam sengketa Pilpres tahun 2014 di Mahkamah Konstitusi juga.

Ketakutan Soeharto Saat Dielu-elukan Bocah SD Lucu, Ucapannya Terbukti Saat Kekuasannya Tumbang

"Sebagian dari mereka itu lawyer-lawyer Pak Prabowo tahun 2014. Jangan main-main lho, siapa yang bisa jamin mereka nanti enggak aneh-aneh," ujar Ruhut ketika dihubungi, Rabu (29/5/2019).

Bahkan, Ruhut menyebut Yusril Ihza Mahendra menjadi ketia dan Ade Irfan Pulungan menjadi sekretaris saat menyelesaikan sengketa Pilpres 2014.

Hanya saja, Yusril bukanlah pengacara Prabowo-Hatta di persidangan MK pada sengketa Pilpres 2014 lalu, Namun Yusril kala itu menjadi saksi ahli yang diajukan Prabowo-Hatta.

Pengakuan Ajudan Soal Sorot Mata Kartosoewiryo Kala Dieksekusi Mati, Bikin Soekarno Langsung Berdoa

Sementara itu, Ade Irfan Pulungan merupakan bagian dari tim pengacara Prabowo-Hatta saat itu.

Keduanya sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 ini.

Tak tanggung-tanggung, Ruhut juga mengkritik masuknya sejumlah nama itu dalam tim hukum Jokowi-Ma’ruf.

Oleh karena itu, ia berharap agar mereka tidak malah merugikan Jokowi-Ma’ruf dalam persidangan Mahkamah Konstitusi nanti.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved