Dinas KBP3A Gresik Akan Berikan Pendampingan Dua Anak Suami Yang Nekat Habisi Nyawa Istri

Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik berencana memberikan pendampingan psikologis

Dinas KBP3A Gresik Akan Berikan Pendampingan Dua Anak Suami Yang Nekat Habisi Nyawa Istri
Willy Abraham/Tribunjatim
Lutfi Dwi Hariyanto (33) saat menjalani pemeriksaan di Polsek Driyorejo, Senin (27/5/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik berencana memberikan pendampingan psikologis kepada dua anak dari Lutfi Dwi Ariyanto (33) dan Fisa Wuri Hermandani (32).

Mereka memiliki dua buah hati yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK). Masa depan kedua anak dibawah umur itu masih sangat panjang.

Kepala Dinas KBP3A Gresik dr Adi Yumanto mengaku saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi.

"Keberadaan kedua anak Fisa dan Lutfi berada di lingkungan keluarga, kami belum mendapat alamat lengkap tetapi kabarnya mereka ikut adik korban di Sumenep," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dalam waktu dekat, pihaknya berupaya bertemu kedua anak itu, kondisi psikologis anak perlu diselamatkan dan jangan sampai mereka mengalami tekanan berat.

Lanjut Adi, setelah bertemu tindakan selanjutnya adalah mengamati tingkah laku mereka untuk menemukan tindakan yang pas untuk diberikan.

Underpass Mayjen Sungkono Diresmikan Besok, Pemkot Surabaya Percantik Taman Dengan Tanam 100 Pohon

Hati-Hati Melintasi Jalur Kecelakaan Lalu Lintas dan Pohon Tumbang di Jember

Profil-Biodata Vincent Raditya, YouTuber dan Pilot yang Lisensi Terbangnya Kini Dicabut Kemenhub

"Edukasi ke keluarga juga perlu, selain fokus memberikan psikologis pada anak," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Adi menyarankan keluarga yang merawat anak korban bisa lebih memperhatikan memberikan terapi yang paling mudah untuk melupakan kejadian tersebut. Misalnya bermain ke luar rumah bersama teman-teman, lebih sering mengajak ngobrol, hingga liburan.

"Anak-anak saat berada di lingkungan keluarga harus sebisa mungkin merasa nyaman dan aman, supaya mereka terlindungi dari trauma," kata dia.

Adi tidak dapat berbuat banyak jika kedua anak itu berada di luar kota. Paling tidak untuk pendampingan awal mengenai psikologi. Selebihnya, akan diserahkan ke Dinas KBP3A setempat untuk pendampingan lanjutan.

"Nanti kita membuat surat tembusan ke dinas KBP3A setempat, kalau di Sumenep ya dinas disana. Yang terpenting kami koordinasikan agar psikologis anak baik-baik saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, kedua anak korban berada di dalam rumah saat Lutfi bertengkar hebat dengan Fisa, istrinya. Salah satu anaknya hingga berkata "Sudah pa..sudah pa.. kasihan mama" saat melihat Lutfi mencekik istrinya hingga tewas di atas tempat tidur di dalam kamar. (wil/TribunJatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved