Fitnah Jokowi dan Keluarga di Facebook, Caleg Gerindra Ditangkap, Berikut Tanggapan Waketum Gerindra

Ini tanggapan Waketum Gerindra terkait Caleg Gerindra ditangkap setelah memfitnah Jokowi dan Keluarga di Facebook

Fitnah Jokowi dan Keluarga di Facebook, Caleg Gerindra Ditangkap, Berikut Tanggapan Waketum Gerindra
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferry Juliantono saat ditemui di kantor sekretariat BPN, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menanggapi konten yang diunggah caleg Gerindra, Maryanto adalah pemberitaan tahun 2018. Maryanto ditangkap pihak kepolisian atas dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dan keluarga yang disebarkan melalui media sosial Facebook.

Ferry menjelaskan bahwa polisi tak seharusnya menangkap Maryanto lantaran pelanggaran terhadap Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tak hanya menjerat pihak Prabowo-Sandiaga, tetapi juga pendukung Jokowi-Ma’ruf. Menurut Ferry, seakan terkesan pihak 02 yang kerap terjerat UU ITE.

Fakta-fakta Tajudin, Calon Eksekutor Rencana Pembunuhan 4 Pejabat Penting, Keahlian Sampai Tarifnya

"Dia (Maryono) unggah dari berita yang ada sebelumnya dari pihak lain. Saya kira sih harusnya tidak harus ditangkap dan dikenakan UU ITE," kata Ferry kepada Kompas.com, Kamis, (30/5/2019).

"Tapi pihak 01 kan pernah langgar UU ITE gitu kan padahal banyak juga," imbuh dia.

Sebelumnya, seorang pria bernama Maryanto ditangkap Tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng karena menyebar ujaran kebencian di media sosial Facebok, Selasa (14/5/2019).

Sempat Dikira Berisi Bom, Tas di Alun-alun Tulungagung DIkembalikan, Begini Penjelasan Pemilik Tas

Pria asal Wonogiri tersebut merupakan Caleg dari Partai Gerindra untuk DPR RI.

Kala itu, ia ditangkap di halaman Masjid At Taqwa Polda Jateng.

Maryanto ditangkap oleh Tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng.
Maryanto ditangkap oleh Tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng. (Tribun Jateng)

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Moh Hendra Suhartiono menjelaskan bahwa penangkapan Maryanto berkat patrol siber Subdit V Siber yang menemukan unggahan ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi di Media Sosial Facebook.

Pemkab Sumenep Siapkan Rp 20 M untuk Pilkades Serentak 226 Desa Tahun Ini

Maryanto mengunggah konten penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia,

“Tersangka M melalui akun Facebooknya pada tanggal 25 November 2018 mengunggah konten penghinaan kepada Presiden RI.

Hasil temuan tersebut ditindaklanjuti oleh tim dengan melaksanakan penyelidikan,” jelas Hendra, Kamis (23/5/2019).

Hendra menyebut, tersangka dikenakan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 milyar rupiah.

Pengacara Muncikari Legowo Dengan Vonis 5 Bulan, Kuasa Hukum Vanessa Angel Berharap Kliennya Bebas

Berikut ini unggahan Maryanto yang membuatnya ditangkap polisi:

JOKOWI & PKI ?
Anak Widjiatno komandan OPR underbouw PKI 1965 pembantai ulama dan santri di giriroto pasca G.30S PKI
Ibu Kandungnya Sulami Aktivis Gerwani 1950 ,Sudjiatmi adalah ibu tiri, istri kedua Widjiatno pasca terpisah akibat semua anggota PKI diburu/ditumpas oleh TNI dipimpin oleh Soeharto pasca tragedi 30 S PKI.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Caleg Ditangkap karena Fitnah Jokowi, Ini Tanggapan Waketum Gerindra"

Kumpul Bareng Millenial NU Surabaya, Khofifah Indar Parawansa: PR Kita Adalah Persatuan

Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved