Triwulan 1 2019, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 0,13 Persen dari Triwulan Sebelumnya

Ekonomi Jawa Timur pada triwulan 1 2019 tumbuh 0,13 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya.

Triwulan 1 2019, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 0,13 Persen dari Triwulan Sebelumnya
TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ekonomi Jawa Timur pada triwulan 1 2019 tumbuh 0,13 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kondisi tersebut didukung oleh kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh sebesar 14,81 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, mengatakan, tingginya pertumbuhan ekonomi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan akibat dari panen raya komoditas padi dan jagung pada triwulan 1 2019.

Mendekati Lebaran 2019, Harga Daging Ayam di Kota Blitar Tembus Rp 36 Ribu/Kg

AXA Mandiri Luncurkan Unit Syariah Buat Ajak Nasabah Berwafaf Melalui Asuransi Jiwa Syariah

"Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif adalah lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 1,83 persen akibat meningkatnya sub kategori jasa perantara keuangan sebesar 3,03 persen. Selanjutnya diikuti lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah dan daur ulang sebesar 1,41 persen, " katanya saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (29/5/2019).

Sedangkan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan di bawah 1 persen antara lain, jasa perusahaan sebesar 0,85 persen, industri pengolahan sebesar 0,67 persen, real estate sebesar 0,47 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,40 persen, jasa lainnya sebesar 0,10 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, lanjut Teguh Pramono, lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi dibanding triwulan sebelumnya.

Permintaan Pasar Meningkat, PT INKA Gandeng Kejari Kota Madiun untuk Pendampingan Hukum

101 True Fashion Earth Ajak Milenial Cintai Produk Dalam Negeri dengan Jadi Reseller Produk UMKM

Lapangan usaha lainnya yang mengalami kontraksi antara lain, lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi sebesar 7,42 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib kontraksi sebesar 7,22 persen, pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 5,48 persen, jasa pendidikan mengalami kontraksi sebesar 4,34 persen, transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi sebesar 2,67 persen, pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi sebesar 1,89 persen.

"Sedangkan lapangan usaha yang kontraksi di bawah 1 persen, di antaranya adalah, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mengalami kontraksi sebesar 0,27 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami kontraksi sebesar 0,26 persen," tutup Teguh Pramono.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved