Ace Hasan Sindir BPN Prabowo Ragukan Kredibilitas Media Massa Tapi Jadikan Link Berita Sebagai Bukti

Ace Hasan Syadzily sindir BPN Prabowo-Sandiaga yang ragukan kredibilitas media massa namun jadikan link berita sebagai bukti gugatan sengketa Pilpre

Ace Hasan Sindir BPN Prabowo Ragukan Kredibilitas Media Massa Tapi Jadikan Link Berita Sebagai Bukti
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Prabowo 

TRIBUNJATIM.COM - Ace Hasan Syadzily yang dikenal sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir soal langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengambil link berita media massa sebagai alat bukti, menurutnya BPN semestinya focus untuk menyiapkan bukti yang relevan untuk sidang gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 nanti.

"Apalagi kalau yang dijadikan sebagai alat bukti itu hanya pernyataan dan peristiwa yang dimuat di link berita yang justru mereka sendiri pernah ragukan kreadibilitasnya juga," ujar Ace ketika dihubungi, Jumat (31/5/2019).

Kondisi Ani Yudhoyono Terbaru, Ditidurkan Tim Dokter untuk Masukkan Obat ke Dalam Tubuhnya

Tak hanya itu, Ace Hasan Syadzily juga menjelaskan bahwa sudah berkali-kali Prabowo Subianto memunculkan sikap tendensius terhadap media. Terlebih lagi, pihak Prabowo Sandiaga Uno menuding media yang tidak berpihak kepadanya sebagaimana yang terjadi, Prabowo menggunakan produk media massa sebagai alat bukti dalam gugatannya.

Sehingga, Ace berpendapat bahwa menyiapkan alat bukti yang relevan jauh lebih penting daripada upaya degradasi Mahkamah Konstitusi (MK).

Ace Hasan Syadzily merujuk kepada ucapan Bambang Widjojanto, Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga yang belum apa-apa sudah meminta agar MK tidak menjadi Mahkamah Kalkulator.

"Dan membuat opini bahwa pemilu ini buruk sehingga arahnya mendelegitimasi hasil pemilu padahal prosesnya masih diuji di MK," ujar Ace.

Langkah Tim Hukum Prabowo-Subianto juga dinilai aneh oleh Wakil Ketua Tim Hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arsul Sani, pasalnya mereka menyertakan bukti berupa link berita sebagai strategi berperkara di Mahakamah Konstitusi (MK).

Mengenal Marsma TNI Fajar Adriyanto yang Ajak Vincent Raditya Kolaborasi, Punya Call Sign Red Wolf

Ternyata apa yang disampaikan Arsul Sani ini adalah untuk menanggapi pernyataan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.

Andre menjelaskan sampai saat ini mereka belum mengeluarkan bukti primer yang kelak akan jadi strategi dalam berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, Arsul Sani menjelaskan bahwa bukti yang tak lengkap di awal bisa jadi strategi dalam berperkara.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved