Jelang Lebaran, Puluhan Sopir Bus Tes Kesehatan di Mojokerto, 1 Sopir Kena Tekanan Darah Tinggi

Jelang Lebaran, Puluhan Sopir Bus Tes Kesehatan di Mojokerto, 1 Sopir Kena Tekanan Darah Tinggi.

Jelang Lebaran, Puluhan Sopir Bus Tes Kesehatan di Mojokerto, 1 Sopir Kena Tekanan Darah Tinggi
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
petugas dinas kesehatan kota mojokerto sedang memeriksa tensi darah terhadap sopir bus di Terminal Kertajaya, Jumat Pagi (31/5/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Menjelang arus mudik mendatang pada Hari Raya Idul Fitri mendatang, puluhan sopir bus jalani pemeriksaan tes kesehatan di Terminal Kertajaya Mojokerto, Jumat Pagi (31/5/2019).

Satu persatu pengemudi bus dari berbagai armada bus mengantre untuk diperiksa kesehatannya.

Sejumlah rangkaian tes kesehatan yang meliputi berat badan, tes gula darah, tes tensi darah sampai tes urine ini dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Tim Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto.

Ludruk Karya Budaya Mojokerto Suguhkan Lakon Suminten Edan, Masyarakat Desa Menikmati Sajian Kisah

Lebaran, Pengelola Tol Jombang-Mojokerto Siapkan Mudik ASIK, Rest Area Hingga Diskon Tarif 15 Persen

Amankan Idul Fitri, Polres Mojokerto Kota Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019

Kepala Dinas Kesehatan Mojokerto Kota, Dra Christiana Indah Wahyu, menjelaskan, Pemeriksaan tes kesehatan dan tes narkoba ini ditujukan kepada para pengemudi, terutama pengemudi yang membawa penumpang dengan jurusan jarak jauh.

Seperti jurusan Surabaya Jogja Surabaya Ponorogo dan lain sebagainya.

"Karena membawa penumpang banyak dengan jarak yang jauh, maka pengaruhnya adalah keselamatan dari pengemudi, penumpang atau keselematan pengguna jalan raya. Sehingga kami lakukan pemeriksaan kesehatan kepada sopir." Jelas Christiana kepada Tribunjatim di Terminal Kertajaya, Jumat pagi (31/5/2019).

"Kalau pada pengemudi, yang kami utamakan adalah tensi darah dan pemeriksaan tes narkoba kepada sopir. Jika tensi darah pada sopir tinggi, kami harapkan sopir untuk segera minum obat dan vitamin karena sopir selalu dalam perjalanan yang panjang dan macet." Imbuh Christiana

Christiana berharap kepada pengemudi bus agar pengemudi harus istirahat apabila mengalami pusing , kesemutan dan kecapekan.

Dengan berhenti di pos pos pemberhentian terdekat dan melakukan peregangan, minimal melakukan peregangan setidaknya empat jam.

"Jika pengemudi merasa tidak nyaman seperti mengalami kesemutan. Kami anjurkan untuk melakukan peregangan setidaknya empat jam. Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan." Ungkapnya.

Hasil dari pemeriksaan tes kesehatan dan tes narkoba yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto menyatakan, seluruh sopir dinyatakan lulus dan negatif dari narkoba.

Meski demikian, ada satu sopir yang sedang memiliki keluhan penyakit seperti tensi darah yang tinggi dengan mencapai angka 160.

Mengetahui hal itu, Christiana memakluminya karena sopir sebelum tiba di Terminal Kertajaya,  mengalami kemacetan dan kondisi pengemudi mengalami kecapekan.

"Kemungkinan besar pengemudi sedang capek dan alami kemacetan dalam perjalanan menuju Terminal Kertajaya. Tapi kami menganjurkan untuk segera beristirahat dan mengkonsumi obat dan vitamin." katanya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved