Khofifah Pastikan Stok Daging Sapi Aman Selama Lebaran 2019, Jatim Malah Surplus 30 Ribu Ton

Keseriusan Pemprov Jatim dalam memastikan stok bahan pangan di Jawa Timur aman hingga pasca Lebaran 2019 terus dilakukan.

Khofifah Pastikan Stok Daging Sapi Aman Selama Lebaran 2019, Jatim Malah Surplus 30 Ribu Ton
Istimewa
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pegirian, Surabaya, Jumat (31/5/2019) dini hari. 

Tak hanya menjamin soal ketersediaan stok daging sapi. Namun untuk stabilitas harga daging dipastikan di Jawa Timur juga dalam kondisi ynag baik. Daging sapi di pasar tradisional untuk kualitas super bisa diperoleh masyarakat dengan harga Rp 120 ribu per kilogram untuk daging kualitas super. Ditegaskan Khofifah harga tersebut masih normal.

"Karena untuk harga daging yang di bawahnya super, ada yang seharga Rp 105 ribu dan ada juga yang Rp 85 ribu perkilogramnya," tandas Khofifah.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Dirut RPH Pegirikan Surabaya Bela Bima membenarkan apa yang disampaikan Khofifah soal ketersediaan stok daging sapi. Pasalnya untuk di RPH ini sapi yang dipotong seluruhnya adalah sapi dari Jawa Timur.

"Kita masih mengusahakan untuk sapi yang dipotong di sini adalah sapi dari Jawa Timur dan itu selalu cukup. Paling banyak dari Probolinggo," tegasnya.

Pihak RPH juga menjaga agar pemenuhan permintaan daging bisa terpenuhi. Pihaknnya selalu aktif berkomunikasi dengan pasar sapi dan jagal. Mereka juga menerapkan sistem perencanaan kuota kebutuhan sapi yang akan dipotong.

"Mereka para jagal juga merencanakan akan ambil berapa dan mau sapi dari mana. Sekarang paling banyak dari Probolinggo. Insyallah ketersediaan cukup, dan sejauh ini belum ada kendala," jelas Bela Bima.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Wemmi Niamawati mengatakan pihaknya sudah melakukan perhitungan untuk ketersediaan sapi di Jawa Timur. Dimana untuk bulan Juni 2019 masih akan ada surplus sebesar 30 ton daging sapi yang tersedia.

"Di Jatim ada 4,6 juta ekor sapi dengan 1,1 juta ekor diantaranya adalah sapi jantan. Kita masih menerapkan aturan ketat di RPH agar sapi betina yang masih produktif untuk tidak boleh dipotong. Lalu juga seluruh RPH yang memotong sapi adalah juleha atau penyembelih halal," tegasnya.

(fz/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved