Moeldoko Blak-blakan Ungkap Perbedaan Kasus Ancaman Pembunuhan Fadli Zon & 4 Tokoh Nasional

Moeldoko bikin penontoh heboh setelah menjelaskan perbedaan kasus ancaman pembunuhan Fadli Zon dengan 4 tokoh nasional

(YouTube/Najwa Shihab)
Moeldoko (YouTube/Najwa Shihab) 

TRIBUNJATIM.COM - Fadli Zon mengaku bahwa ia mendapat ancaman pembunuhan bahkan membandingkan laporan khusus ancamannya tersebut dengan empat tokoh nasional.

Pernyataan yang disampaikan oleh Fadli Zon ditanggapi oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam sebuah program acara Mata Najwa, Kamis (30/5/2019).

Tampak Najwa Shihab mencecar Moeldoko dengan berbagai pertanyaan terkait isu dalang aksi 22 Mei 2019.

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan Najwa Shihab kepada Moeldoko saat itu mengenai penyataan Fadli Zon.

"Saya mau tanyakan mengenai pernyataan Fadli Zon.

Partai Golkar Siapkan 50 Kuasa Hukum Tangani Gugatan di MK, Ada Pula Sengketa Internal dari Surabaya

Saya sekali lagi hanya membacakan apa yang dikatakan Fadli Zon, dia mengatakan bahwa pernah juga mendapatkan ancaman pembunuhan tetapi pelakunya tak diproses.

Apakah polisi hanya memproses tokoh dalam pemerintahan tapi ancaman di luar pemerintahan tak diproses?" tanya Najwa Shihab.

Lantas Moeldoko pun menjawab pertanyaan dari Najwa Shihab dan menjelaskan adanya perbedaan terkait kasus ancaman yang diterima Fadli Zon dan empat tokoh nasional lainnya.

"Ini berbeda karena kasus ancaman empat tokoh nasional dibunuh muncul setelah adanya penangkapan. Berbeda kasusnya dengan Fadli Zon," jelas Moeldoko.

Prabowo Telepon dari Luar Negeri, Luhut Binsar Singgung Situasi Politik: Jangan Ada Ramai-ramai Lagi

Dalam kesempatan itulah, Moeldoko menyampaikan perbedaan kasus Fadli Zon dengan ancaman pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional terletak pada bukti-bukti yang telah ada.

"Kalau Fadli Zon mungkin hanya sekadar omongan orang dan enggak ada buktinya. Sedangkan kasus ancaman pembunuhan empat tokoh nasional itu jelas ada buktinya, ada yang disuruh dan ada yang ngomong sehingga kedua kasus tersebut berbeda konteksnya, jangan disamaratakan," papar Moeldoko.

"Jadi ini berangkat dari pengakuan tersangka yang sudah di BAP?" tanya Najwa Shihab.

"Iya," jawab Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal.

Tak tanggung-tanggung Moeldoko menyebut sosok Fadli Zon yang bisa saja mengarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved