Soeripto Kritik Tindakan Kapolri Beberkan Ancaman Pembunuhan 4 Tokoh Nasional: Enggak Usah Dirilis

Langkah Kapolri yang mengumumkan 4 Tokoh Nasional ternyata dinilai membangun opini publik dan tidak mendidik masyarakat, ini penjelasan Soeripto

Soeripto Kritik Tindakan Kapolri Beberkan Ancaman Pembunuhan 4 Tokoh Nasional: Enggak Usah Dirilis
YouTube TV ONE
Soeripto saat menjadi narasumber di acara TV One, pada Kamis (30/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Pengamat Intelijen Soeripto mengritik tindakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengumumkan adanya rencana pembunuhan kepada empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Dinilai Soeripto tindakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah suatu langkah yang tidak mendidik kehidupan bangsa Indonesia.

Dinilai Ada Kejanggalan, Kuasa Hukum Kivlan Zen Siapkan Praperadilan dan Penangguhan Penahanan

Pernyataan itu disampaikan langsung saat menjadi narasumber di sebuah program acara TvOne, pada Kamis (30/5/2019).

Berawal dari Soeripto yang menjelaskan apabila rencana tersebut benar adanya, alangkah baiknya bila pihak kepolisian melakukan penyelidikan yang serius.

Terlebih lagi pengumuman tentang 4 tokoh nasional yang terdiri dari Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar Pandjaitan dan Gories Mere yang menjadi target pembunuhan, mnurut Soeripto pihak kepolisian harus memastikannya.

"Menurut saya itu semestinya kalau memang betul ada, didalami saja dan diselusuri terus, target itu memang sudah secara dari kacamata intelejen, sudah pasti atau hampir pasti apa tidak," ungkap Soeripto dikutip TribunJakarta.com, pada Jumat (31/5/2019).

Luhut Binsar Beberkan Isi Curhatan Prabowo Subianto Kepadanya, Sebut Kaki Sang Capres 02 Pincang?

Tak sampai di situ, Soeripto juga menilai tidak seharusnya pihak kepolisian merilis atau membeberkan hasil operasi penyelidikan
Selain itu, ia menganggap pengumuman tersebut boleh diungkapkan apabila enam tersangka dalam kasus pembunuhan dan kepemilikan senjata api ilegal benar-benar terbukti kebenarannya.

"Dan enggak usah diumumkan, enggak usah dirilis langsung saja, nanti setelah hasilnya ternyata yang bersangkutan terbukti atau punya indikasi kuat melakukan pembunuhan, baru diumumkan," tutur Soeripto.

"Jangan baru sebelum operasi sudah diumumkan oleh Kapolri," ucapnya.

Dengan demikian, Soeripto menilai pengumuman sebelum dilakukan penyelidikan malah membangun opini publik.

Halaman
123
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved