Kontes Bandeng Tradisional 2019 di Kabupaten Gresik Dimenangkan Warga Pangkahwetan, Segini Beratnya

Kontes Bandeng Tradisional 2019 dimenangkan oleh seorang kepala desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jum'at (31/5/2019).

Kontes Bandeng Tradisional 2019 di Kabupaten Gresik Dimenangkan Warga Pangkahwetan, Segini Beratnya
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama pemenang kontes bandeng, Jum'at (31/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kontes Bandeng Tradisional 2019 dimenangkan oleh seorang kepala desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jum'at (31/5/2019). Bandeng seberat 7,8 kilogram itu membawa pulang trofi juara 1 dan uang sebesar Rp 15 juta.

Bandeng milik Syaifullah Mahdi (45) petani bandeng yang juga kepala desa ini menyisihkan bandeng milik peserta lainnya.

Menurut pria yang kerap disapa Sandi ini mengaku membutuhkan waktu lebih dari 9 tahun untuk membuat bandeng menjadi ukuran super jumbo. Beberapa perawatan perlu diperhatikan untuk budidaya bandeng.

Sedang Patroli, Anggota Polair Polres Gresik Malah Temukan Mayat Laki-laki di Perairan Gresik

Diduga Truk Rem Blong, Tiga Truk Trelibat Tabrakan beruntun di Depan Koramil Driyorejo Gresik

"Yang paling penting itu air, air harus bersih, kalau ikan besar gampang sensitif, kalau airnya tua atau belum pernah diganti ikan gampang stres jadi harus sering ganti air," ujarnya.

Sandi tidak menyangka dapat meraih juara pada ajang kontes bandeng kali ini, sebab beberapa pesaingnya cukup kuat.

Juara 2 dimenangkan oleh Rizal Kamal (24) warga Pangkahwetan, dengan bandeng seberat 7,6 kilogram yang sudah dipelihara selama 8,5 tahun dan berhak membawa pulang hadiah Rp 10 juta.

Juara 3 berhasil diraih oleh Muhammad Irfan (27) dengan berat bandeng 5,3 kilogram ini, warga Dusun Mentani, Watuagung Mengare, Kecamatan Bungah membawa pulang Rp 5 juta.

Acara yang di pusatkan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Gresik ini dijubeli pengunjung. Selain dihibur oleh konser musik dangdut acara juga diiringi gelak tawa saat melihat Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto memegang bassist dan Wabup Gresik, Moh Qosim bernyanyi.

Malam ke-25 Ramadan, Gubernur Jatim Khofifah Saur Bersama Warga di Makam Sunan Giri Gresik

Dinas KBP3A Gresik Akan Berikan Pendampingan Dua Anak Suami Yang Nekat Habisi Nyawa Istri

Diakhir acara, Sambari mengaku acara ini merupakan turun temurun bahkan sebelum dia lahir dan bertahan hingga sekarang.

Penyelenggaran kontes bandeng tradisional kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu masih ada peserta dari Kabupaten yang berada di sekitar Gresik, kali ini semuanya berasal dari warga Gresik.

"Kali ini untuk meningkatkan semangat dan pendapatan khususmya petani budidaya tambak ikan bandenh, khusus yang jual adalah orang gresik, mudah-mudahan ada pola baru ini menggairahkan semua petani tambak khususnya bandeng dan ikan-ikan yang lain," jelasnya.

Sambari memohon maaf kepada para peserta dari luar Gresik yang biasanya ikut menjual bandeng namun kali ini belum diberi kesempatan.

"Wajib hasil budidaya asli Gresik, bandeng yang menang diberikan kepada takmir masjid, pondok pesantren anak yatim piatu," tutupnya.

Selama dua hari kedepan akan diadakan pasar bandeng. Kontes Bandeng tradisional merupakan ikon budaya masyarakat Gresik di penghujung bulan Ramadan. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved