Biasa Makan Bersama, Mahasiswa ISTTS Buat Aplikasi Titip Makan, Simak Cara Kerja Aplikasinya

Pada kebiasaan masyarakat kota masa kini, baik lingkungan kerja maupun hidup berkomunitas, sering ditemukan sebuah kebiasaan untuk makan bersama.

Biasa Makan Bersama, Mahasiswa ISTTS Buat Aplikasi Titip Makan, Simak Cara Kerja Aplikasinya
SURYA.CO.ID/HABIBUR ROHMAN
Mahasiswa Sistem Informasi Bisnis Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (ISTTS) Angelia Fioni Melinda Gunawan mehujukkan karyanya berupa aplikasi titip makanan yang sementara ini masih bisa dilakukan secara perorangan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada kebiasaan masyarakat kota masa kini, baik lingkungan kerja maupun hidup berkomunitas, sering ditemukan sebuah kebiasaan untuk makan bersama.

Mulai dari makan di sebuah rumah makan atau cukup memesan dan makan dalam sebuah tempat bersama-sama.

Pemesanan makanan seringkali dilakukan dengan aplikasi yang sudah menyediakan banyak fitur.

Kebiasaan ini juga kerap dilakukan mahasiswa Sistem Informasi Bisnis Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (ISTTS), Angelia Fioni Melinda Gunawan (21) bersama teman-temannya.

Apakah Boleh Membaca Alquran Melalui Aplikasi Ponsel? Berikut Penjelasannya!

"Kelemahan aplikasi yang sudah ada hanya mencakup pesanan untuk perorangan, tidak mendukung fitur untuk pemesanan secara berkelompok,"urainya.

Untuk itu, ia memutuskan membuat aplikasi Titip Makan yang bisa mempermudah pengguna dalam pencatatan data pemesanan untuk makanan berkelompok.

"Ada juga terdapat fitur untuk membayar dengan saldo dalam akun yang mempermudah perhitungan biaya pesanan,"urainya.

Karena mencatat pesanan kelompok, ia mengungkapkan aplikasi yang dibuatnya juga menyediakan fitur voting yang dibuat agar masing-masing member dapat menentukan pilihan.

4 Aplikasi dan Website selain Google Maps untuk Pantau Kemacetan Saat Mudik Lebaran 2019

"Dengan aplikasi ini, biaya ongkir akan lebih murah karena makanan dipesan secara bersama-sama. Meringankan sisi pemesan dan juga menguntungkan sisi pengantar yang mendapat pemasukkan dari biaya pengiriman,"paparnya.

Dikatakannya biaya ongkir ditentukan seseorang yang membuat pembukaan voting dan bertugas membelikan makanan hasil voting terbanyak member yang pesan.

"Dengan aplikasi ini orang yang pesan juga tahu, makanan sudah dibeli atau dalam perjalanan. Dan rencananya akan saya kembangkan fitur tracking, menambah fitur pembayaran dengan metode lain serta menerapkan sistem yang lebih aman dalam aplikasi,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved