Kiai Sepuh Siap Pertemukan Jokowi-Prabowo, BPPi: Boleh Saja, Setelah Kami Mencari Keadilan

Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jawa Timur menyambut baik rencana para kiai sepuh yang akan memfasilitasi pertemuan Calon Presiden

Kiai Sepuh Siap Pertemukan Jokowi-Prabowo, BPPi: Boleh Saja, Setelah Kami Mencari Keadilan
bobby Koloway/surya
Para ulama dan kiai sepuh menggelar silaturahmi terbatas, Minggu (2/5/2019) di kediaman Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Surabaya. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jawa Timur menyambut baik rencana para kiai sepuh yang akan memfasilitasi pertemuan Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dengan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Namun, BPP Prabowo-Sandi mengingatkan bahwa pihaknya masih menuntut keadilan melalui jalur Mahkamah Konstitusi.

"Pertama, memang sudah benar bahwa rencana para kiai untuk mempertemukan kedua belah pihak yang bisa dibilang, sedang bersengketa," kata Ketua Harian BPP Prabowo-Sandi di Jatim, Anwar Sadad kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (2/6/2019).

Rencana para ulama tersebut menjadi solusi kebaikan untuk umat. "Tentu, ini sudah merupakan tanggung jawab sebagai panutan umat," kata Sadad.

Namun, Sadad mengingatkan bahwa upaya islah selaiknya juga mempertimbangkan proses peradilan yang kini masih berjalan. Pertemuan sebaiknya tidak dilakukan di saat upaya pihaknya menuntut keadilan di MK.

"Islah itu bisa dilakukan setelah posisi secara legal konstitusi sama-sama dalam posisi yang setara. Sedangkan posisi saat ini, kami sedang mencari keadilan," kata Sadad kepada Tribunjatim.com.

Lokasi Penemuan Tulang Belulang Manusia di Mojokerto Berjarak 4 Km dari Pemukiman

Ulama dan Kiai Sepuh se-Jatim Siap Fasilitasi Pertemuan Jokowi-Prabowo

Siap Jika Ditawari Jadi Menteri, Ketum GP Ansor: Menghadang HTI Saja Siap

"Sebab, kami merasa berada di ketidakadilan dalam proses politik yang seharusnya dilakukan dengan jujur dan adil. Oleh karena itu, kami menempuh jalan konstitusi," katanya kepada Tribunjatim.com.

Sekretaris DPD Gerindra Jatim ini menegaskan bahwa upaya ini sudah sewajarnya ditempuh demi mencari kebenaran. "Para kiai pasti tahu bahwa kebenaran itu harus diberikan kepada pemiliknya. Jangan sampai islah justru mengabulkan ketidakadilan," katanya.

Apalagi, menurutnya pihaknya merasa tetap damai dengan para pendukung Jokowi. "Islah itu kan bukan mendamaikan, namun memperbaiki. Memperbaiki hubungan yang sempat renggang. Kami mendukung dan tidak masalah," katanya.

"Sedangkan kami sebagai warga, tetap membangun silaturrahmi dengan dengan pendukung 01. Sehingga, sekali lagi, kebenaran harus ditampakkan, tak bisa dinegosiasikan," pungkas Anggota Fraksi Gerindra di DPRD Jatim ini.

Untuk diketahui, sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur menyatakan siap menjadi tuan rumah pertemuan antara calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dengan Calon Presiden nomor 02, Prabowo Subianto. Bertajuk islah nasional, pertemuan nanti diharapkan dapat mengakhiri panasnya konstilasi politik nasional akhir-akhir ini.

Hal ini menjadi satu di antara kesepakatan para ulama dalam silaturahmi terbatas, Minggu (2/5/2019) di kediaman Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Surabaya. Sejumlah kiai dan ulama sepuh se Jawa Timur hadir pada acara ini. (bob/TribunJatim.com).

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved