Pohon Beringin Keramat Tumbang, Timpa Dua Rumah Warga Doko Blitar

Sebuah pohon beringin tumbang menimpa dua rumah di Blitar.Di saat umat Islam lagi melakukan sahur, Minggu (1/6) sekitar pukul 03.00 WIB,

Pohon Beringin Keramat Tumbang, Timpa Dua Rumah Warga Doko Blitar
Imam Taufiq/surya
warga memotong pohon beringin yang merusak dua rumah warga Doko Blitar 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Sebuah pohon beringin tumbang menimpa dua rumah di Blitar.

Di saat umat Islam lagi melakukan sahur, Minggu (1/6) sekitar pukul 03.00 WIB, tiba-tiba dikejutkan dengan suara rumah ambruk.

Itu tak lain, dua rumah milik kakek Kateno (60), dan nenek Paijem (58), leduanya warga Dusun Jambe, Desa Resapombo, Kecamatan Doko.

Akibatnya, kedua rumah korban rusak, hingga tak bisa ditempati. Namun demikian, tak ada korban jiwa karena saat kejadian, kedua kakek nenek yang tinggal bersebelahan rumah itu, lagi tak ada di dalam rumah. Entah apa yang dilakukan, keduanya berada di pekarangan belakang rumahnya masing-masing. Katanya, ayam peliharaannya lagi ramai.

"Iya, untung saja kakek nenek itu tak ada di dalam rumah sehingga tak sampai terjadi apapun. Hanya saja, kedua rumah mereka rusak akibat tertimpa pohon ringin itu," ujar AKP Sunardi, Kapolsek Doko kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya, kejadian itu mengejutkan warga yang lagi menjalankan sahur. Sebab, tak ada hujan atau angin, tiba-tiba pohon beringin, yang berusia sudah ratusan tahun itu, ambruk dan menimpa rumah warga.

Miniatur Rumah Adat Polres Gresik Gelar Santunan Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

Nasi Boranan Khas Lamongan Jadi Jujugan Pemudik Saat Melintas Jelang Maghrib

Oleh-Oleh Khas Jember yang Sering Diburu Saat Libur Hari Raya Idulfitri, Ada Tape hingga Suwar-Suwir

Begitu pohon yang dikeramatkan sebagai warga itu ambruk, warga langsung berdatangan. Sebab, kabar tetimpanya rumah kakek nenek itu langsung mengundang simpati.

"Saat kejadian itu, warga dengan cepat mencari keberadaan kedua korban. Sebab, melihat kondisi rumahnya, yang atap dan gentingnya, ambruk, warga sempat berpikiran yang tidak-tidak. Begitu ditemukan keduanya selamat, warga lega," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

informasinya, sebenarnya warga desa setempat sudah menyadari kalau kondisi pohon itu sudah tua dan rapuh. Bahkan, sebagian akarnya sudah tak kuat dan rawan ambruk.

Namun demikian, tak ada warga yang berani memotong. Sebab, ada beberapa orang yang mengkramatkan sehingga membuat orang lain, kian tak berani memotongnya.

"Sudah tahu semua warga, kalau pohon yang ada di tepi jalan desa itu sudah rapuh, namun tak ada yang berani memotongnya. Begitu roboh sendiri begini, akhirnya warga berani memotong dan membersihkannya," pungkasnya.(fiq/TribunJatim.com).

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved