Imbauan Gubernur Jatim Khofifah Terkait Gaji Perawat Ponkesdes Harus Setara UMK Masih Dikaji

Pemkab Gresik diminta untuk segera menindaklanjuti imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengapresiasi perawat ponkesdes.

Imbauan Gubernur Jatim Khofifah Terkait Gaji Perawat Ponkesdes Harus Setara UMK Masih Dikaji
SURYA.CO.ID/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Pemkab Gresik diminta untuk segera menindaklanjuti imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengapresiasi perawat pondok kesehatan desa (ponkesdes).

Surat nomor 800/5656/102.1/2019 dari gubernur tersebut berisi penggajian perawat ponkesdes diberi subsidi oleh provinsi sebesar Rp 1.450.000.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda, belum bisa memastikan akan melakukan langkah bagaimana.

"Kita lihat dulu kemampuan daerah," ujarnya, Senin (3/6/2019).

Polres Gresik Sidak Penukaran Uang Pinggir Jalan, Simak Tips Menghindari Uang Palsu Jelang Lebaran

Lanjut Huda, dalam imbauan tersebut berisi soal perawat ponkesdes agar gaji setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) sehingga kebutuhan keuangan tergolong besar.

"Nanti muncul masalah baru, bisa menimbulkan kecemburuan dari perawat honorer lainnya, kita meminta pemkab melakukan kajian dulu terkait imbauan tersebut," jelasnya.

Di Kabupaten Gresik ada 250 perawat ponkesdes. 225 diantaranya menerima subsidi dari provinsi. Yang 25 lagi ditanggung pemkab.

Sementara itu, Humas Perawat Ponkesdes Gresik, Novi Juarita berharap agar pemkab segera menindaklanjuti himbauan tersebut. Sebab perawat ponkesdes memberikan pelayanan di daerah.

Tradisi Pasar Bandeng di Gresik, Ikan Bandeng Sebesar Bayi Jadi Tontonan Warga

"Perlu dipertimbangkan Pemkab, sebab mereka memberikan pelayanan di daerah," jelasnya.

Selain itu, pihaknya mendesar agar Pemkab juga memperhatikan status kepegawaian melalui seleksi CPNS maupun PPPK. "Kami butuh kepastian terutama statusnya," kata dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, Nadlif mengaku sudah menerima imbauan tersebut.

Pihaknya masih menghitung terlebih dahulu sebelum memutuskan kebijakan tersebut.

"Subsidi hanya 1,45 juta sedangkan UMK Gresik sebesar 3,8 juta, naik banyak," terangnya.

Disinggung mengenai status kepegawaian, Nadlif mengaku sudah mendapat intruksi langsung dari Bupati Sambari.

"Kami inginnya tenaga honorer segera diangkat, sedang kami usulkan ke pusat," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved