Wasekjen Nasdem Ajak WNI Terdidk di Luar Negeri Bangun Negeri

Wakil Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Fransiskus Taslim mangajak para kaum terdidik yang tinggal di luar negeri untuk membangun negeri.

Wasekjen Nasdem Ajak WNI Terdidk di Luar Negeri Bangun Negeri
(Erwina Hawadi-Anderson untuk Kompas.com)
Sekitar 400 orang WNI berkumpul pada acara “Panggung Masyarakat Indonesia” di West Covina, California, Sabtu (29/4/2017). Termasuk mantan Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal (tengah, duduk). 

 TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Wakil Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Fransiskus Taslim mangajak para kaum terdidik yang tinggal di luar negeri untuk membangun negeri.

Dia mendatangi puluhan Diaspora yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Roma Italia.

Menurutnya, Kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh peran seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk diaspora (masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri). Para Diaspora itu diharapkan kontribusinya untuk menata dan membangun bangsa lebih maju.

"Kita perlu sumbangsih para kaum terdidik di luar negeri ini untuk menjadikan bangsa ini lebih besar," kata Taslim, Senin (3/6/2019)

Sebagaimana rilis yang diterima surya, Taslim tampik dan berbicara dalam Dialog Kebangsaan bertajuk "Membumikan Pancasila Demi Kemajuan Indonesia" di Collegio Dei Verbo Divino Via Dei Verbiti, Roma, Italia, Sabtu (1/6/2019) kemarin.

"Dengan menyinergikan seluruh potensi masyarakat, niscaya Indonesia akan tampil sebagai salah satu kekuatan besar dunia di masa yang akan datang," tandas Taslim.

Partai Golkar Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis Pakai 30 Bus ke Jatim hingga Lampung

Pergi dari Rumah 3 Pekan Lalu, Pria di Jombang Ditemukan Tinggal Kerangka Tergantung di Pohon

Isi Surat Cinta Terakhir Ani Yudhoyono ke SBY Terungkap, AHY Hampir Menangis saat Baca Pertama Kali

Taslim juga menekankan agar para diaspora selalu mengembangkan keterlibatannya dalam hidup bermasyarakat.

"Terjunlah ke akar rumput agar terhindar dari segala bentuk elitisme," ujar Ketua Forkoma PMKRI tersebut.

Menanggapi hal itu, Dubes Indonesia untuk tahta suci Vatikan, Agus Sriyono yang hadir pada kesempatan tersebut berpendapat bahwa salah satu tantangan Indonesia ke depan adalah bagaimana membuat demokrasi menjadi sikap hidup bersama.

"Dengan berpedoman pada Pancasila, kita optimistis dapat membangun sikap tersebut," kata Agus.

Dialog kebangsaan tersebut diorganisir oleh IRRIKA, sebuah organisasi tunggal rohaniwan/ti Indonesia yang berdomisili di Vatikan.

Acara tersebut dihadiri diantaranya sejumlah petinggi Vatikan seperti anggota Dewan Kepausan Bidang Dialog Antarumat Beragama DR. Markus Solo dan Superior Jenderal Serikat Sabda Allah DR. Budi Kleden, SVD, Wapemred Harian Kompas Tri Agung Kristanto dan Ketua Harian Ekayastra Umada (semangat satu bangsa) yang turut menjadi pembicara dalam dialog itu. (Faiq/TribunJatim.com).

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved