Jelang Lebaran, Ratusan Burung Gagak dan Manyar Ilegal Diamankan Karantina Pertanian Tanjung Perak

Sebanyak 700 ekor burung ilegal diamankan Karantina Pertanian Wilayah Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/6/2019).

Jelang Lebaran, Ratusan Burung Gagak dan Manyar Ilegal Diamankan Karantina Pertanian Tanjung Perak
ISTIMEWA
Sebanyak 700 ekor burung illegal diamankan Karantina Pertanian Wilayah Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 700 ekor burung ilegal diamankan Karantina Pertanian Wilayah Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/6/2019).

Ratusan burung tersebut dibawa dari Makasar menggunakan KM Dharma Rucintra.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Surabaya Faisal M Noer mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari pengecekan petugas pada penumpang kapal saat mudik lebaran.

60 Ribu Jemaah Diprediksi Ikut Salat Idul Fitri, Masjid Al Akbar Siapkan Medis hingga Lahan Parkir

4 Keutamaan Takbir di Hari Raya Idul Fitri, Lengkap dengan Lafadz serta Waktu Tepat untuk Bertakbir

Lalu lalang pemudik tak luput dari pantauan petugas hingga mencurigai muatan kapal berupa kotak berisi ratusan burung tanpa dokumen karantina.

Ratusan burung tersebut yaitu burung gagak dan manyar.

"Ada 100 burung gagak dan 600 burung manyar, tanpa dokumen karantina," kata Faisal M Noer, Selasa (4/6/2019).

Faisal menjelaskan pengiriman atau lalu lintas komoditas pertanian tanpa dokumen karantina merupakan pelanggaran sesuai UU no 16 tahun 1992.

"Ada Undang-Undang yang mengatur, UU No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP No 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan," kata Faisal.

"Sudah ada lima kasus, penggagalan penyelundupan hewan. Diharapkan seluruh masyarakat yang akan melalulintaskan komoditas pertanian untuk lapor, memeriksakan ke petugas karantina pertanian setempat," tambahnya.

Mengikuti Negara Arab, Jemaah Kelompok Mengaji di Lamongan Laksanakan Salat Idul Fitri pada 4 Juni

Penangkapan Pria Bawa Tas Isi Kabel dan Sajam di Mojokerto, Polisi Sebut Tenyata Gangguan Jiwa

Sementara itu, Dokter Hewan bertugas Sumitro mengatakan, beberapa kali telah dilakukan penggagalan penyelundupan burung-burung tanpa disertai sertifikat karantina.

"Kejadian ini sudah yang kesekian kalinya, penggagalan penyelundupan dan pengamanan burung-burung dalam jumlah banyak tanpa disertai sertifikat karantina," ungkap Sumitro.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved