Situs Persada Sukarno Kediri Gelar Doa Bersama Peringati Hari Lahir Bung Karno

Situs Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menggelar doa bersama tasyakuran memperingati Hari Lahir Bung Karno.

Situs Persada Sukarno Kediri Gelar Doa Bersama Peringati Hari Lahir Bung Karno
Istimewa via Tribunnews
Allah, Kalimat Terakhir Soekarno Sebelum Wafat, Keluarga Ucap Takbir Saat Alat Pernapasan Dicabut 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Situs Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menggelar doa bersama tasyakuran memperingati Hari Lahir Bung Karno, penyambung lidah rakyat Indonesia, Kamis (6/6/2019) malam.

"Kami doa bersama di musala yang diikuti keluarga Ndalem Pojok. Soalnya waktunya bersamaan dengan momen Idulfitri. Kita peringati sederhana jangan sampai lupa sejarah (Jas Merah)," ungkap satu panitia Peringatan Hari Lahir Bung Karno kepada TribunJatim.com, Kushartono.

Diungkapkan Kushartono, Ir Soekarno atau biasa dipanggil Bung Karno adalah putra terbaik bangsa Indonesia.

Kapolsek Gampengrejo Kediri dan Pasukannya Bagikan Zakat Fitrah dari Rumah ke Rumah

Para Pengamen di Terminal Purabaya Raup Untung Berlipat Saat Momen Mudik Lebaran

"Dialah pejuang sejati, proklamator kemerdekaan bangsa, peletak dasar negara, pendiri Negara RI, di pundaknya Indonesia disegani dan dikagumi dunia," ungkapnya.

Dia mengatakan, di tangan Bung Karno, Indonesia adalah negara terbaik yang telah berhasil memerdekakan bangsa-bangsa.

Pada 6 Juni, tepatnya 117 tahun lalu, Bung Karno dilahirkan.

"Kami lebih meyakini beliau lahir tahun 1902 bukan 1901," tegasnya.

Dikatakan, manusia tidak bisa bersyukur kepada Tuhan tanpa bersyukur kepada sesama manusia.

5 Tips Cegah Kebakaran Rumah saat Ditinggal Mudik, Bijak Gunakan Listrik hingga Pastikan Kompor Mati

Mudik ke Kalimantan Timur, Gelandang Persebaya M Hidayat Rindukan Buras

Terkait dengan kelahiran Bung Karno pada 1902 didasarkan pada akta lahir tulisan tangan Raden Soekemi, ayah Bung Karno.

Bukti kedua adalah akta Bung Karno untuk mendaftar di sekolah HBS Bandung.

Dengan kedua alat bukti itu, Kushartono menyakini Bung Karno dilahirkan pada 1902.

"Sejauh yang kami ketahui, 1901 malah kami belum menemukan data autentiknya. 1901 hanya berdasarkan cacatan di Leaden Belanda," jelasnya. (Surya.Didik Mashudi)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved