Dishub Kota Surabaya Mulai Survei Efektivitas Underpass Mayjen Sungkono pada 10 Juni 2019

Setelah Underpass Mayjen Sungkono Surabaya diresmikan, Dishub Kota Surabaya akan melakukan survei efektivitas.

Penulis: Delya Octovie | Editor: Dwi Prastika
SURYA/DELYA OCTOVIE
Underpass Mayjen Sungkono Surabaya resmi dibuka pada Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Underpass Mayjen Sungkono Surabaya sudah mulai beroperasi sejak 31 Mei 2019 lalu.

Banyak pengendara sudah 'mencicipi' proyek yang menghabiskan dana Rp 73 miliar tersebut.

Satu di antaranya adalah Bagoes Kukuh (23).

"Jalannya jadi lebih lancar dibanding biasanya. Saya lewat pukul 18.45 WIB, itu biasanya macet sekali," tuturnya, Jumat (7/6/2019).

Kehadiran Underpass Mayjen Sungkono Surabaya, menurutnya, membantu mengurai kemacetan yang biasa terjadi di area yang sebelumnya merupakan bundaran hutan kota tersebut.

Puluhan Ribu UKM Surabaya Belum Punya HKI, Wali Kota Risma Ingatkan Pentingnya Sertifikasi

Antisipasi Membeludaknya Pengunjung pada Libur Lebaran, Kebun Binatang Surabaya Buka 3 Pintu Masuk

"Hanya saja mungkin karena masih baru, jadi plang kurang jelas. Banyak pengendara yang kecele. Itu saja, sama debu masih agak mengganggu," imbuhnya.

Setelah Underpass Mayjen Sungkono Surabaya diresmikan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya ingin melakukan survei efektivitas dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah adanya underpass, tujuh hari setelah aktifnya underpass.

"Kami ingin lihat before-afternya setelah seminggu. Seminggu itu kan termasuk sosialisasi, lalu kita lihat pergeseran pola perjalanan, apakah berpengaruh pada efektivitas underpass, karena pola perjalanan masyarakat hari biasa dan akhir pekan mungkin berbeda," jelasnya, Jumat (7/6/2019).

Merlion Cup 2019, Indra Sjafri Hafal Kekuatan Lawan, Timnas U-23 Indonesia Siap Tumbangkan Thailand

Cerita Asisten Pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro yang Rayakan Idul Fitri Tanpa Rachmat Irianto

Namun, karena situasi jalan Surabaya belum normal akibat banyaknya warga yang mudik, Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, memutuskan untuk memulai survei pada tanggal 10 Juni 2019.

Hingga kini, pihaknya sedang mengawasi kondisi lapangan sambil melakukan analisa.

"Perkiraan dari kajian Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) adalah terjadi penurunan tundaan total kurang lebih 23 persen. Akan kami bandingkan dengan riilnya di lapangan," jelasnya.

Menurutnya, sampai saat ini masyarakat mendapat dampak positif setelah adanya underpass yang diresmikan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya ke-726 itu.

PT KAI Beri Diskon Tiket Jurusan Surabaya-Jember dan Banyuwangi untuk Tingkatkan Animo Pemudik

"Tanggapan masyarakat, khususnya warga perumahan Surabaya Barat sangat terbantukan karena mengurangi waktu perjalanan dan menunggu di traffic light. Otomatis ini menghemat biaya operasional kendaraan, mengurangi polusi serta stres di jalan," tutupnya. (Surya/Delya Octovie)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved