KPU Mojokerto Buka 18 Kotak Suara, Ambil Dokumen Untuk Bukti Gugatan Paslon Nomor 2 ke MK

KPU Mojokerto Buka 18 Kotak Suara, Ambil Dokumen Untuk Bukti Gugatan Paslon Nomor 2 ke MK.

KPU Mojokerto Buka 18 Kotak Suara, Ambil Dokumen Untuk Bukti Gugatan Paslon Nomor 2 ke MK
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
proses pembukaan kotak suara pilpres dan berkas berkas didalamnya akan digunakan sebagai alat bukti gugatan paslon 02 ke kpu 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - KPU Kabupaten Mojokerto membuka kotak suara pemilihan presiden yang diselenggarakan pada (17/4/2019).

Sebanyak 18 kecamatan kotak surat suaranya dibuka oleh KPU Kabupaten Mojokerto di gedung KPU Kabupaten Mojokerto, Sabtu Siang (8/6/2019).

Ada 2 Bus Ditilang di Terminal Kertajaya Mojokerto, Awak Bus Buang Rokok Seenaknya & Bodi Bus Penyok

Arus Balik Lebaran, Jumlah Bus yang Masuk Terminal Kertajaya Mojokerto Menurun

Sepeda Motornya Oleng Lalu Jatuh, Perempuan dari Mojokerto Ini Tewas Terlindas Truk Tangki Air

18 Kecamatan yang dibuka kotak surat suaranya terdiri dari Kecamatan Ngoro, Kecamatan Sooko, Kecamatan Pungging, Kecamatan Kutorejo, Kecamatan Gedeg, Kecamatan Kemlagi, Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas, Kecamatan Bangsal, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Dlanggu, Kecamatan Puri, Kecamatan Trowulan, Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Gondang, Kecamatan Dawar Blandong, Kecamatan Jetis, dan Kecamatan Mojoanyar.

Ayuhanafiq menjelaskan, kotak surat suara pemilihan presiden dibuka untuk mengeluarkan berkas berkas pilpres, yang akan digunakan sebagai bukti saat Perselisihan Antara Peserta Pemilihan Kepala Umum Daerah dengan Komisi Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah konstitusi.

"Dokumen yang digunakan adalah seluruh dokumen DAA tingkat Kecamatan dan dokumen DAA 1 yang berasal dari desa." Jelas Ayuhanafiq kepada Tribunjatim, Sabtu siang (8/6/2019).

Masih kata Ayuhanafiq, Seluruh dokumen yang digunakan sebagai bukti gugatan pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 dikirim ke KPU Provinsi untuk dilanjutkan ke KPU pusat dengan menggunakan PT. Pos Indonesia.

"Tapi sebelum dikirim, dokumen kami rangkap terlebih dahulu sebanyak 12 rangkap dengan disegel oleh PT. Pos Indonesia." Ujarnya.
 

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved