Ada Kupatan Massal, Penjualan Ketupat di Trenggalek Menurun

Laki-laki asal Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek ini setiap tahun menjajakan ketupat di Jalan HR Abdul Fatah Tulungagung.

Ada Kupatan Massal, Penjualan Ketupat di Trenggalek Menurun
Surya/samsul hadi
Para pengunjung duduk mengerumuni gunungan ketupat cokelat yang disediakan secara gratis oleh pengelola Agrowisata Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Minggu (24/6/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dengan cekatan Sugito (36) menganyam daun kelapa muda atau janur di tangannya.

Tidak sampai lima menit, satu janur di tangannya berubah menjadi sebuah ketupat ukuran besar.

Laki-laki asal Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek ini setiap tahun menjajakan ketupat di Jalan HR Abdul Fatah Tulungagung.

Biasanya Sugito mulai menggelar dagangannya pada hari raya Idul Fitri ke-5, hingga hari kupatan atau Idul Fitri ke-7.

“Saya ambil bahan janur dari pohon kelapa milik sendiri. Jadi modalnya tidak beli, tapi memetik sendiri,” ujar Sugito kepada Tribunjatim.com, Senin (10/6/2019).

Selain berjualan ketupat, Sugitu juga menjual janur. Setiap 10 janur dijual Rp 5.000 hingga Rp 6.000, tergantung ukuran janur.

Sedangkan untuk ketupat yang sudah jadi dijual antara Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per 10 ketupat.

Simpan Sabu 30 Kilogram, Pria Paruh Baya Jadi Kurir Narkoba Diadili

Tampil Tanpa Jilbab Saat Sidang Lanjutan, Vanessa Angel Malah Minta Doanya: Semoga Cepat Berhijab Ya

Pasca Lebaran 2019, Harga Bahan Pokok di Gresik Mulai Alami Kenaikan

“Pilihan orang beda-beda, ada yang suka beli bahan terus dibuat sendiri. Ada juga yang pilih beli jadi,” sambung Sugito.

Namun penjualan janur dan ketupat tahun ini menurun, dibanding tahun 2018.

Tahun lalu sehari sebelum hari raya kupatan, datangan Sugito sudah habis.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved