Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran di Kabupaten Gresik Menurun, Inilah 3 Faktor Penyebabnya

Angka kecelakaan selama mudik lebaran di Kabupaten Gresik menurun dibanding tahun lalu. Jumlah kecelakaan pada tahun ini hanya 8 kejadian.

Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran di Kabupaten Gresik Menurun, Inilah 3 Faktor Penyebabnya
KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES
Ilustrasi mudik naik motor 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Angka kecelakaan selama mudik lebaran di Kabupaten Gresik menurun dibanding tahun lalu.

Total jumlah kecelakaan pada mudik lebaran tahun ini hanya 8 kejadian.

Menurut data laka lantas selama operasi ketupat semeru, pada 2018, angka kecelakaan selama mudik lebaran sebanyak 11 kejadian kecelakaan.

Traveling ke Puncak B29, Wisata Alam yang Sajikan Sunrise hingga Pemandangan Negeri di Atas Awan

Bak Berlibur di Paris, Monumen Simpang Lima Gumul Kediri Jadi Lokasi Wisata Favorit Libur Lebaran

Terdiri dari 5 kejadian kecelakaan di jalur mudik, luka ringan 7 orang, luka berat 1 orang dan meninggal dunia 2 orang.

Sedangkan kejadian kecelakaan di jalur non mudik, sebanyak 6 kejadian kecelakan dan hanya luka ringan sebanyak 12 orang.

Tahun ini, angka kecelakan menurun, total ada 8 kejadian dengan rincian 2 kejadian kecelakaan di jalur mudik, luka ringan 1 orang dan luka berat 1 orang.

Kejadian kecelakaan di jalur non mudik, berjumlah 6 kejadian, luka ringan 8 orang, luka berat 5 orang dan 1 orang meninggal dunia.

"Ada tiga faktor yang menyebabkan angka kecelakaan turun pada mudik lebaran kali ini," ujar Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilestanto.

Pertama, infrastruktur jalan terutama jalur tol trans jawa.

Banyak pemudik roda empat memilih menggunakan jalan tol, sehingga angka kecelakaan menurun.

Selama ini kecelakaan di jalur mudik disebabkan oleh roda dua terlibat kecelakaan dengan roda empat.

Pemudik dari Pulau Bawean ke Gresik Menurun pada Hari Terakhir Libur Lebaran 2019

Libur Lebaran 2019, Jumlah Penumpang Kereta di Wilayah Daop 8 Surabaya Melonjak Capai Segini

Kemudian, pengaturan manajemen rekayasa seperti menerapkan pola contraflow pada arus mudik dan balik.

Ditambah lagi pemerintah juga memiliki program mudik gratis.

"Terakhir adanya pos pelayanan di rest area yang inovatif selain sebagai tempat beristirahat juga memiliki pengaruh psikologis kepada para pemudik," tutupnya. (Surya/Willy Abraham)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved