Dermaga Pelabuhan Kalianget Rusak, Dishub: Tidak Ada Uang Pemeliharaan Sekian Miliar Rupiah

Sudah sekitar 2 tahun lebih, sejumlah bagian di Dermaga Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep terpantau rusak.

Dermaga Pelabuhan Kalianget Rusak, Dishub: Tidak Ada Uang Pemeliharaan Sekian Miliar Rupiah
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Bagian Dermaga Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep putus, Minggu (9/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sudah sekitar 2 tahun lebih, sejumlah bagian di Dermaga Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep terpantau rusak.

Pantauan TribunMadura.com, dermaga di pelabuhan Kalianget itu sudah terputus pada Minggu (9/6/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.

Area tunggu dan jalan orang-orang terpantau miring dan berpotensi ambruk ke air dalam waktu dekat.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Sustono menyampaikan bahwa perbaikan dermaga pelabuhan itu sudah lama disampaikan, namun sampai saat ini hasilnya masih tidak jelas kapan akan segera diperbaiki.

(Kapal Express Bahari 1C Disiapkan untuk Balik Mudik Gratis, 400 Orang Geruduk Pelabuhan Batu Guluk)

"Kita sampaikan ke Kementrian Perhubungan RI dalam hal ini Dirjen perhubungan darat, karena ini masuk dirjen perhubungan darat. Saat ini yang lagi proses rencana induk pelabuhan, mudah - mudahan selesai dari sini," kata Sustono.

Menurutnya, upaya perbaikan di area ini didahului dengan perbaikan induk pelabuhan terlebih dulu.

"Ini salah satu persyaratan administrasi, maka itu akan memudahkan pemeritah provinsi akan turun," katanya.

"Kalau uang retribusi iya itu kan hanya uang masuk tiket aja tidak ada uang pemeliharaan sekian milar rupiah," paparnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang sempat berkunjung ke kota sumenemengaku masih akan mendiskusikan rencana perbaikan ini lebih lanjut.

"Jadi untuk kapal pemecah ombak biasanya kebutuhan bersandarnya butuh kedalaman tertentu, kami sudah tanya eksersais untuk bisa menyiapkan," Khofifah Indar parawansa.

"Katakan di Kalianget, kalianget akan ke kangean dan kangeannya bagaimana bisa memberikan layanan yang kapal punya alat pemecah omabk itu bisa bersandar," tambah Khofifah Indar parawansa.

Dan kami nanti akan diskusikan bagaiaman suppot APBN, APBD Provinsi dan suppot ABPD tingkat II,"tutup Khofifah Indar parawansa.

Reporter: TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

(Sakit, Pria Asal Jayapura Tewas di Atas Kapal Saat Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved