Diduga Keracunan Rawon, Satu Keluarga di Mojokerto Masuk Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia di UGD

Satu keluarga di Kota Mojokerto terpaksa dibawa ke IGD RS Islam Sakinah Mojokerto karena diduga mengalami keracunan setelah menyantap rawon.

Diduga Keracunan Rawon, Satu Keluarga di Mojokerto Masuk Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia di UGD
Tribunnews
Ilustrasi. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Satu keluarga di Kota Mojokerto terpaksa dibawa ke IGD RS Islam Sakinah Mojokerto karena diduga mengalami keracunan setelah menyantap masakan rawon pada saat acara halal bihalal, Sabtu (8/6/2019).

Akibatnya, satu pasien dinyatakan meninggal, empat di antaranya sedang menjalani perawatan di ruang IGD.

Kelima pasien merupakan warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto tersebut masuk ke RS Islam Sakinah Mojokerto karena mengalami keluhan yang sama seperti diare, mual dan muntah muntah karena setelah makan rawon yang mereka masak pada acara halal bihalal.

Lalu Lintas di Simpang Klenteng Mojosari Mojokerto Ramai Lancar, Kendaraan Didominasi ke Arah Pacet

Namun, sebelum mendapatkan perawatan RS Islam Sakinah, satu pasien yang bernama Wagimin  (66), sudah meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dr Fitria Intan Bela Dina, selaku Kepala IGD RS Islam Sakinah Mojokerto, Mengatakan, kelima pasien datang secara bersamaan.

“Ada lima pasien datang ke IGD secara bersama sama, satu meninggal dan empat lainnya mengalami keluhan yang sama seperti muntah muntah dan penglihatan mengalami berkunang kunang." ungkap Fitria kepada Tribunjatim di Ruang IGD RSI Sakinah, Senin Siang (10/5/2019).

KPU Mojokerto Buka 18 Kotak Suara, Ambil Dokumen Untuk Bukti Gugatan Paslon Nomor 2 ke MK

Dari kelima pasien tersebut, lanjut dr Fitria, satu pasien meninggal sebelum sampai ke rumah sakit. Kelima pasien mengalami keluhan yang sama.

"Pasien datang dengan mengalami keluhan yang sama. Seperti diare dan muntah lebih dari sepuluh kali." jelas Fitria.

“Salah satu pasien sudah meninggal ketika dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Islam Sakinah, Kalau penyebab kami belum memastikan, Untuk lebih pasti, akan kami lakukan visum." imbuhnya.

Sedangkan keempat pasien masih dirawat di RSI Sakinah dan diberikan infus, cek darah, obat anti mual dan anti diare. Kondisi keempat pasien masih dipantau oleh tenaga medis agar tidak mengalami dehidrasi.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved