Narkoba Pil 'Jin' Marak Dijual di Surabaya, Hanya Bayar Rp 2000, Khofifah: Berantas Bersama Polisi

Narkoba Pil 'Jin' Marak Dijual di Surabaya, Hanya Bayar Rp 2000, Khofifah: Berantas Bersama Polisi

Narkoba Pil 'Jin' Marak Dijual di Surabaya, Hanya Bayar Rp 2000, Khofifah: Berantas Bersama Polisi
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak menggelar Halal bi Halal bersama ASN Pemprov Jatim di Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan, Senin (10/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan soal bahaya narkoba yang kini menjadi momok di Jatim.

Bahkan kini narkotika jenis pil zenith bahkan sudah marak dijual murah di Surabaya dan bisa mudah diperoleh dengan membayar seharga Rp 2000 saja.

Gubernur perempuan pertama Provinsi Jatim itu mengatakan yang lebih memprihatinkan adalah pengedar dan pengguna narkotika adalah kalangan muda millenial.

Permudah Pengawasan, Gubernur Khofifah Usulkan Anak Perusahaan BUMD Tak Lagi Bentuk Cucu BUMD

Wujudkan Harmoni di Momen Lebaran, Khofifah Sambut Kunjungan Pengurus Gereja Se Jatim

Gubernur Khofifah Open House Hari Raya Idul Fitri 2019, Pejabat hingga Tuna Wisma Hadir di Grahadi

"Informasi ini saya peroleh saat turun bersama Kapolrestabes Surabaya sebelum Idul Fitri. Angka penyalahgunaan narkoba di Surabaya tinggi sekali, dan yang paling banyak menyalahgunakan narkoba ini adalah kelompok millenial," kata Khofifah di depan ribuan ASN Pemprov Jatim saat Halalbihalal Idul Fitri 1440 H, Senin (10/6/2019).

Untuk itu ia bakal bertemu dengan Kapolrestabes Surabaya sore ini guna menindaklanjuti hal tersebut.

Bahkan ia berencana akan turun langsung bersama Kapolrestabes untuk bersama-sama melakukan langkah pemberantasan narkoba.

"Orang luar banyak yang sudah tahu kalau mau cari narkoba yang mudah itu ya di Surabaya. Di pinggir jalan Surabaya sekarang ini kalau nyebut pil jin atau pil zenith itu pasti dikasih, harganya Rp 2000," kata Khofifah.

Pil zenith sendiri masuk golongan 1 narkotika. Pil ini kerap disebut dengan pil jin lantaran menyebabkan penggunanya mirip seperti zombie.

Pil ini kerap disalahgunakan sebagai obat pengganti narkoba oleh kalangan muda.

"Bisa jadi penjualan narkoba murah dan mudah ini nggak hanya di Surabaya tapi ini juga terjadi di seluruh Jatim," imbuhnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan seluruh stake holder harus bersinergi dalam memberantas narkoba.

Penanganan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan dari hulu dan hilir. Agar ke depan generasi muda di Jawa Timur tidak terjebak dalam kandungan zat aditif narkoba.

"Para korban penyalahgunaan narkoba banyak di antara mereka yang merasa lonely, frustasi, karena diputus pacar, tidak dapat kerja. Yang paling sederhana menurut mereka adalah dengan zat aditif, padahal itu justru menambah problem yang dampaknya justru berkepanjangan," katanya.

Pemprov Jatim sendiri dikatakan Khofifah memiliki program pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas), namun tetap harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang massive agar anak-anak Jatim bisa terhindar dan terhalau dari bahaya narkoba.

"Saya koordinasi dengan Bu Wali Kota Surabaya juga. Kita berseiring membawa masyarakat Jatim bisa bebas dari penyalahgunaan narkoba. Karena ini ngeri sekali, pengedarnya millenial, penggunanya millenial," kata Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved