Polisi Periksa Saksi Terkait Robohnya Wahana Kursi Terbang di Malang, Penyebab Karena Listrik Mati

Polisi Periksa Saksi Terkait Robohnya Wahana Kursi Terbang di Malang, Penyebab Karena Listrik Mati.

Polisi Periksa Saksi Terkait Robohnya Wahana Kursi Terbang di Malang, Penyebab Karena Listrik Mati
cepamagz.com
Ilustrasi kursi terbang 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus robohnya wahana permainan kursi terbang atau gantung di Pasar Malam halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (8/6/2019) kini sedang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.

"Sedang kami dalami kasusnya. Beberapa saksi sudah kami minta keterangan. Di antaranya pemilik dan pengunjung, petugas operatornya juga telah kami periksa," ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo ketika dikonfirmasi.

Inspektorat Kabupaten Malang Gelar Sidak di RSUD Kanjuruhan Malang, Satu Staf Absen

Pemkot Malang Jajaki Sister City Dengan Trenggalek Pada 2020, Gali Potensi Kelola Tepung Tapioka

Wahana Kursi Gantung Pasar Rakyat di Kabupaten Malang Roboh Akibat Mesin Mati, 5 Korban Luka-luka

Bindriyo menambahkan, polisi masih belum bisa menyimpulkan terkait siapa yang bertanggung jawab untuk proses selanjutnya. 

"Kami dalami terlebih dahulu apakah ada unsur kelalaiannya atau tidak," imbuh Bindriyo.

Di sisi lain, Bindriyo menyampaikan dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, diduga biang kerok kecelakaan robohnya kursi terbang tersebut karena listrik mati.

Saat listrik mati, wahana langsung berhenti. Ketika berhenti itulah, para penumpang panik. Ketika panik, penumpang ada yang turun. Sehingga menyebabkan posisi wahana tak seimbang dan akhirnya roboh," jelasnya.

Kini, kelima korban robohnya kursi terbang, semuanya sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk menjalani perawatan.

"Sejak Sabtu malam, sudah pulang semuanya. Tapi ada satu korban yang baru pulang Minggu pagi karena harus menunggu hasil CT Scan. Tapi, setelah hasilnya tidak ada apa-apa, baru boleh pulang," jelasnya.

Sebagai informasi, lima orang dilarikan ke rumah sakit akibat insiden robohnya wahana permainan Paris Swing alias kursi gantung di pasar rakyat di Kabupaten Malang pada Sabtu (8/6/2019).

Lima korban itu adalah Yosifa Nesaa Fariska Dewi (12), Halatus Sakdiyah (20), Azarah Nursifa Nabila (10), Royana Billgis Anjani (12), Biola Dewi Sefitriya (19).

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved