Info Sehat

Bahaya Makan Makanan Berlemak Jumlah Banyak Bagi Anak, Bisa Sebabkan Diare hingga Malas Beraktifitas

Hari Raya Idul Fitri identik dengan makanan yang berlemak. Ketahui dampaknya bagi kesehatan.

Bahaya Makan Makanan Berlemak Jumlah Banyak Bagi Anak, Bisa Sebabkan Diare hingga Malas Beraktifitas
Foodeatsafe.com
Ilustrasi makanan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari Raya Idul Fitri identik dengan makanan yang berlemak. Selama lebaran biasanya di setiap rumah akan menyuguhkan makanan ringan dengan kandungan lemak tinggi seperti nastar dan kastengel.

Apalagi, memasuki Hari Raya Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh lebaran, biasanya masyarakat akan saling berbagi masakan seperti opor ayam, rendang, semur daging, dan lain sebagainya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga menikmati aneka sajian tersebut.

Ramalan Kesehatan Zodiak Senin, 10 Juni 2019: Virgo Loyo, Taurus Alergi Makanan, Aries Stop Kopi

Namun ternyata, konsumsi makanan berlemak oleh anak harus tetap dalam batasan normal karena bisa berbahaya jika terlalu berlebihan.

Eko Dwi Martini, ahli gizi Graha Amerta RSUD Dr Soetomo mengatakan bahwa orang tua harus bisa mengontrol anak dalam mengonsumsi makanan mengandung lemak, apalagi saat lebaran.

Jika anak sebelumnya ikut berpuasa di Bulan Ramadan kemudian ketika Idul Fitri langsung mengonsumsi lemak dalam jumlah banyak, Eko memaparkan, biasanya yang paling sering terjadi adalah anak mengalami diare.

"Hal ini karena pencernaan anak belum kuat setelah berpuasa dalam jangka waktu yang lama sehingga jika langsung memakan makanan lemak tinggi dalam jumlah banyak akan berdampak buruk bagi pencernaan mereka," jelasnya.

INFO SEHAT HARI INI - 4 Makanan & Minuman yang Ampuh Usir Rasa Kantuk saat Beraktivitas Selain Kopi

Selain bisa menyebabkan diare, konsumsi lemak berlebih dalam waktu yang lebih lama misalnya satu bulan, berpotensi menambah berat badan anak. Jika sudah seperti ini, lanjut Eko, anak akan lebih malas beraktivitas dan rawan mengantuk karena berkurangnya pasokan oksigen ke otak.

"Jadi seperlunya saja, jangan berlebihan. Misalnya satu kali makan porsinya empat iris lontong, satu potong ayam, satu sendok sambel goreng ati, dan ditambah satu kerupuk. Minumnya air putih saja jangan es sirup atau yang lain," Eko memaparkan.

Lemak, tutur Eko, memang merupakan zat yang dibutuhkan manusia termasuk anak-anak. Lemak ini dibutuhkan baik untuk jaringan otak maupun pertumbuhan anak.

"Namun, lemak yang berlebih juga tidak baik. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran untuk mengetahui dan membatasi asupan lemak bagi sang buah hati sampai batas tertentu," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved