Pasokan Janur Berkurang, Penjual Janur di Lamongan Siasati Harganya yang Mahal Dengan Buat Ketupat

Pasokan Janur Berkurang, Penjual Janur di Lamongan Siasati Harganya yang Mahal Dengan Buat Ketupat. Ketupat jadi buruan konsumen untuk Lebaran Ketupat

Pasokan Janur Berkurang, Penjual Janur di Lamongan Siasati Harganya yang Mahal Dengan Buat Ketupat
SURYA/HANIF MANSHURI
Diantara para penjual janur di Pasar Sidoharjo Lamongan yang terpaksa harus mensiasati cara untuk mendongkrak harga lebaran ketupat tahun, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Lebaran telah usai, tapi tradisi makan ketupat atau lebih dikenal dengan Lebaran ketupat tetap dinantikan dan dirayakan sebagian besar umat Islam.

Tradisi ini menjadi kesempatan bagi para pedagang untuk menjual janur, salah satu bahan baku  membuat anyaman ketupat.

Seperti yang nampak di Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, Pasar Sekaran dan Pasar Sukodadi Lamongan , sejumlah penjual janur musiman yang mendapat pasokan janur dari Lumajang, Bondowoso dan Probolinggo mengaku mendapat berkah dari tradisi lebaran ketupat ini.

Bolos Kerja Setelah Cuti Lebaran Habis, 11 ASN dari Lima OPD Dijatuhi Sanksi oleh Pemkab Lamongan

Begini Ancaman Bupati Fadeli, Bagi ASN di Lamongan yang Ketahuan Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja

Pemkab Lamongan Akan Bangun Menara Lima Lantai untuk Rukyatul Hilal, Siapkan Dana Rp 14 Miliar

Mereka tak hanya menjual bahan baku berupa lembaran janur, namun para pedagang ini berkreasi  merangkai janur menjadi bentuk ketupat.

"Ukuran ketupat yang umum saja, Rp 12 ribu per sepuluh biji" kata Siti Nur Qomariyah, seorang pedagang janur di Pasar Sidoharjo, Selasa (11/6/2019).

Ia bersama para pedagang lainnya mulai berjualan janur sudah dari kemarin, sebelum lebaran Idul Fitri sampai lebaran ketupat besok.

Mereka tidak hanya menjual janur, namun ketupat setengah jadi. Dengan membuat ketupat setengah jadi diharapkan memperoleh peningkatan harga.

Pasokan janur tahun ini sedikit berkurang. Lantaran diketahui banyak penyakit yang menyerang pohon kelapa.

Minimnya pasokan itu berimbas ke tingginya harga janur. Dibandingkan dengan tahun kemarin yang hanya seharga perikat Rp 25 ribu berisi 50 helai janur. Namun pada lebaran kupat tahun ini pedagang mematok harga janur Rp 50 ribu perikatnya, berisi 70 helai janur. 

"Pembeli janur lebaran ketupat tahun ini sepi dibanding  tahun kemarin, " kata  Suto pedagang janur asal Kecamatan Kembangbahu. 

Untuk mensiasati agar janurnya laku dan tidak merugi, para pedagang akhirnya membuat janur menjadi ketupat agar tidak banyak yang terbuang lantaran rusak.

"Kebanyakan pembeli mencari ketupat, bukan janur," katanya.

Sementara itu. Novita Rahmawati, pembeli kupat asal Tumenggungan lebih memilih membeli kupat jadi. "Nanti di rumah tinggal mengisi beras dan langsung dimasak, jadi tidak repot - repot lagi," katanya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved